193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Bus pariwisata yang menabrak Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah wisatawan ke sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya menurun pasca-kecelakaan di Bukit Bego, Dusun Kedungbuweng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul pada Minggu (6/2/2022).
“Tentu saja berimbas terhadap kunjungan wisatawan. Ada penurunan jumlah wisatawan sebagai dampak adanya kecelakaan di Bukit Bego,” tutur Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono, yang membawahi sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya di Kapanewon Dlingo, Minggu (13/2/2022).
Purwo belum bisa merinci seberapa banyak penurunan yang terjadi karena data baru dihitung sepekan sekali setiap Minggu pukul 17.00 WIB. Indikasi penurunan muncul karena ada beberapa biro perjalanan yang menggunakan bus pariwisata membatalkan kunjungan ke Mangunan.
Salah satunya rombongan kunjungan ke Kebun Buah Mangunan yang semestinya ada tujuh bus tetapi akhirnya batal. Situasi itu ditambah wisatawan yang tidak tercantum dalam registrasi tetapi pada akhirnya membatalkan niatan ke Mangunan.
Ipung, sapaan akrab Purwo, menuturkan ada kemungkinan calon wisatawan menjadi takut untuk menempuh perjalanan ke Mangunan karena pemberitaan kecelakaan bus pariwisata yang merenggut 13 nyawa sudah tersiar ke mana-mana.
Panewu Dlingo Slamet Pamuji mengatakan selain dampak dari kecelakaan di Bukit Bego, turunnya kunjungan wisatawan ke objek wisata alam di Mangunan dan sekitarnya karena kebijaksanaan pelarangan bus wisata melewati Jalan Imogiri-Dlingo.
Larangan itu khususnya bus yang akan keluar dari objek wisata di Dlingo dan dialihkan untuk melalui Jalan Dlingo-Patuk. “Informasi yang simpang siur adanya bus dilarang melewati Jalan Imogiri-Dlingo sangat berpengaruh kepada kunjungan wisatawan. Apalagi Jalan Dlingo-Patuk sangat sempit dan banyak jalan yang rusak membuat wisatawan tak nyaman,” katanya.
Kunjungan wisatawan yang turun ke objek wisata alam di Dlingo tentunya berdampak besar bagi ribuan masyarakat yang mengandalkan sektor pariwisata untuk mendapatkan penghasilan. Karena itu, butuh sebuah kebijakan yang berdampak baik bagi semua pihak dan tidak mematikan pariwisata di Dlingo.
“Misalnya bus wisata masih boleh lewat Jalan Imogiri-Dlingo kemudian ditempatkan sukarelawan di titik-titik rawan kecelakaan untuk memandu sopir bus agar selamat melalui Jalan Imogiri-Dlingo. Kemudian setiap bus wisata yang akan turun dari Dlingo selalu diingatkan untuk menggunakan gigi persneling kecil guna meminimalkan kecelakaan,” ujar Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Karhutla Gunung Lawu meluas hingga sekitar 100 hektare. Sebanyak 11 titik api terdeteksi dan 304 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman.
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London setelah dinominasikan tokoh London. Ia mendorong kerja sama Indonesia dan Inggris.
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
DPRD Sleman menekankan pencegahan stunting sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, pemantauan posyandu, dan PHBS.