Advertisement

Kasus Harian Covid-19 Sleman Tembus 600 Kasus, Warga Rentan Diminta Segera ke Isoter

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 18 Februari 2022 - 20:27 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Harian Covid-19 Sleman Tembus 600 Kasus, Warga Rentan Diminta Segera ke Isoter Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Penambahan jumlah kasus harian Covid-19 di Sleman terus terjadi. Selain lonjakan jumlah kasus harian, jumlah pasien yang meninggal juga mengalami kenaikan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per Jumat (18/2/2022) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 638 kasus dan hanya 14 kasus sembuh. Selain itu, dilaporkan tambahan 1 kasus kematian pasien Covid-19 di Sleman. "Rincian penambahan kasus hari ini, selain pemeriksaan mandiri juga sebagian besar hasil tracing kontak erat pasien positif," katanya, Jumat (18/2/2022).

Penambahan jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19, berdampak pada penambahan jumlah kasus aktif di Sleman. Hingga kini, kasus aktif Covid-19 di Sleman nyaris menembus 4.000 kasus. Sekitar 3.500 kasus menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah. Hanya sebagian kecil yang menjalani isolasi di gedung Isolasi Terpusat (Isoter).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tambah Bed

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menjelaskan hingga Jumat petang jumlah pasien Covid-19 yang menghuni Isoter sebanyak 205 pasien. Dari 238 bed yang disediakan saat ini tersisa bed 56 bed. "Rinciannya, di Asrama Haji 130 pasien, sisa 30 bed sementara di Rusanawa Gemawang ada 75 pasien, sisa 26 bed," katanya.

Berdasarkan laporan, kata Makwan, sepanjang Jumat terdapat 18 pasien yang dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, BPBD Sleman pun menambah jumlah bed di Asrama Haji dari sebelumnya 136 bed menjadi 161 bed. "Kami tambah 24 bed lagi. Semoga mandali, tidak ada penularan," harapnya.

Tekan Kasus

Tambahan 1 kasus kematian pasien Covid-19 di Sleman setidaknya menambah panjang daftar pasien yang meninggal dunia menjadi 15 kasus. Sehari sebelumnya, Dinas Kesehatan merilis sebanyak 14 kasus kematian pasien. Empat kasus sepenjang Januari dan 10 hingga pertengahan Februari. 

Dari 14 itu, tujuh orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Usia di bawah 50 tahun dua orang, 50-60 tahun tiga orang, di bawah 60 tahun 9 orang.

BACA JUGA: Jogja Akan Alami Hari Tanpa Bayangan Tak Lama Lagi, Ini Tanggalnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan kasus kematian pasien Covid-19 didominasi oleh kalangan lansia. Selain memiliki komorbid, kematian yang terjadi karena pasien ada yang belum lengkap vaksinasinya. "Semua (data) kami terima (pasien yang meninggal) dari rumah sakit," kata Yuli.

Advertisement

Sebelumnya, pada 16 Februari lalu BPBD Sleman melaporkan ada pasien yang meninggal saat menjalani isoman dengan status komorbid. Pasien tersebut positif Covid-19 setelah melalui pemeriksaan tes Antigen. Proses pemakamanannya pun dilalukan sesuai dengan protokol kesehatan. 

Terkait hal itu, Yuli belum dapat memastikan adanya pasien yang meninggal saat isoman. Meskipun begitu, Ia berharap agar pasien lansia, memiliki komorbid atau kelompok rentan lainnya agar menjalani isolasi di Gedung Isoter Covid-19. "Kami anjurkan untuk diisoterkan agar terawasi dan terpantau kondisinya. arahan pak Kadis dan Dinkes ke faskes pemerintah/puskesmas juga sudah kami lakukan," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 29 September 2022

News
| Kamis, 29 September 2022, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement