Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Deretan toko di kawasan Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022)./Harian Jogja-Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 40 persen dari total 220 toko di Malioboro yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani Yogyakarya (PPMAY) telah mengecat tembok bangunannya dengan warna putih.
BACA JUGA: Kamar Mandi Umum di Brontokusuman Jogja Digembok, Buntutnya Laporan ke Polisi
Hal ini sesuai rencana dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk membuat kesan bangunan di Malioboro seperti zaman dulu.
Koordinator Koordinator PPMWY, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Karyanto Purbo Husodo, mengatakan, seluruh pengecatan sejauh ini menggunakan dana pribadi. Akan ada bantuan dana dari Pemda DIY, tetapi belum ada waktu pasti terkait pencairannya.
“Sudah ada beberapa toko yang ngecat pilar-pilarnya dan atas lorong-lorong tokonya. Sekalian ada yang renovasi pilarnya dari paku-paku,” kata KRT Karyanto, Selasa (1/3/2022).
Selain itu, adapula penanganan pada teraso yang berada di depan toko. Pemkot Jogja menargetkan pengecatan ulang deretan toko di kawasan Malioboro selesai sebelum pertengahan 2022. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Pemkot Jogja telah memulai proses pengecatan ulang pada tiga toko di awal Februari lalu. Dalam koordinasinya dengan peguyuban pemilik toko, mereka bersedia mengecat secara mandiri.
"Koordinasi dengan teman-teman DIY juga, sedang dipetakan sekarang, kemarin sudah kami mulai dari tiga toko, terus dihitung dulu keseluruhannya berapa. Beberapa toko melakukan sendiri," kata Heroe.
"Kami harapkan begitu, kemarin ketemu teman-teman para pemilik toko itu sudah sanggup melakukan pengecatan, sebelum pertengahan tahun selesai."
BACA JUGA: Mengapa Sleman Kerap Dijuluki Kabupaten Italia?
Setelah adanya pengecatan ulang, Pemkot Jogja akan memikirkan langkah-langkah untuk penyeragaman fasad atau bagian muka bangunan di Malioboro.
"Pada saatnya fasad akan kami tata, nanti besar, sepanjang 1,2 kilometer, kiri kanan. Sekarang kami fokus perbaiki fasilitas-fasilitas dulu, yang rusak-rusak kami benahi semuanya," kata Heroe. "Langkah pertama pengecatan, kemudian baru dilakukan penataan fasad-fasadnya. Dalam tiga bulan seharusnya [pengecatan] bisa selesai juga, karena itu bagian dari penertiban fasilitas-fasilitas Malioboro."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.