Advertisement

ASITA DIY: Belum Ada Dampak Signifikan dari Perjalanan Bebas Antigen

Sirojul Khafid
Jum'at, 11 Maret 2022 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
ASITA DIY: Belum Ada Dampak Signifikan dari Perjalanan Bebas Antigen Calon penumpang melakukan tes cepat Antigen di Stasiun Jogja, Gedong Tengen, DIY, Selasa (22/12/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA– Sejak berlakunya aturan bebas tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik pada 8 Maret 2022, Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) DIY belum merasakan dampak yang signifikan. Menurut Ketua DPD ASITA DIY, Hery Setyawan, belum ada dampak langsung yang terasa. Hal ini lantaran ASITA merupakan biro perjalanan wisata yang transaksinya melalui berbagai tahap dan melibatkan banyak pihak.

“Mungkin dampak langsung ke wisatawan mandiri, yang tidak pakai biro perjalanan. Namun dampaknya tetap terasa bagi ASITA, bukan dalam bentuk peningkatan volume, tapi pada kegiatan marketing dan komunikasi dalam membuka kesempatan untuk terjadinya transaksi yang kami lakukan,” kata Hery, Jumat (11/3/2022).

Meski belum ada dampak signifikan, ASITA DIY mendukung kebijakan yang memudahkan pemulihan dalam sektor ekonomi ini. Ada potensi peningkatan orang yang hendak bepergian karena syaratnya menjadi lebih mudah.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Sebelum ada kebijakan ini, tidak jarang H-1 penumpang akan berangkat, namun hasil tes antigen atau PCR-nya positif. Dampaknya konsumen dan penyedia jasa transportasi menjadi kelimpungan. “Hanya memang tetap harus hati-hati, masyarakat tidak boleh lengah dalam prokes,” katanya.

Baca juga: Puluhan Ribu Wisatawan Serbu Bantul saat Long Weekend

Sebagai ganti tidak wajibnya tes antigen atau PCR, maka penumpang bisa menunjukan bukti vaksin minimal dua dosis. Sehingga meski ada kesan bebas, ada jaminan bahwa calon penumpang dalam kondisi baik. ASITA DIY tetap merekomendasikan penumpang memakai masker, sebelum adanya peraturan dari pemerintah yang membolehkan tidak memakai masker.

“Dalam hal Kesehatan [penumpang], kami tidak bisa terlalu kaku, selama kesehatnnya masih dalam batas dan dia merasa aman atau mampu meneruskan [perjalanan] ya silakan saja,” kata Hery.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, lantaran kebijakan ini sudah berskala nasional, maka perlu penguatan dalam pelaksanaan prokes. “Menguatkan pada pelaksanaan prokes maupun mengawasi tempat industri wisata dari hotel, resto, destinasi wisata, dan lainnya. Penguatan juga di bidang PPKM Mikro, penguatan monitoring terhadap wilayah, terutama untuk pelaksanaan PPKM level 4 [saat ini],” kata Heroe.

Dampak Penerbangan Internasional

Advertisement

Rencana pembukaan Bali untuk wisatawan asing diprediksi berpengaruh pada pariwisata DIY. Hery mengatakan apabila Bali dan Jogja berhubungan dalam hal wisata. Satu sama lain saling menawarkan paket kerja sama.

“Dari Bali akan tetap melihat ke Jogja, dengan penerbangan satu hari. Tahun-tahun lalu seperti itu. Penerbangan internasional dari sini [apabila sudah buka, wisatawan asing juga] akan ke Bali dan sebaliknya, ada dampaknya,” kata Hery.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement