Advertisement
Dusun di Sleman Ini Kehilangan Setengah Wilayah Tergusur Tol Jogja Solo dan Jogja Bawen
Puluhan rumah warga di Dusun Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, sudah rata dengan tanah. Dusun ini akan menjadi lokasi awal dimulainya konstruksi Tol Jogja Bawen. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dusun Sanggrahan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, kehilangan setengah wilayahnya karena tergusur Tol Jogja Solo dan Tol Jogja Bawen.
BACA JUGA: Tak Terbayangkan, Tukang Macul Dapat Ganti Rugi Tol Jogja Solo Rp5,6 Miliar
Advertisement
Di Sanggrahan, puluhan warga yang tergusur Tol Jogja Bawen sudah membongkar rumah mereka hingga Jumat (11/3/2022). Hanya sebagian kecil bangunan rumah yang dirobohkan.
Sekitar 90 rumah di dusun ini berdiri di lahan yang menjadi proyek pembangunan Tol Jogja Bawen. Dusun Sanggrahan kehilangan setengah wilayahnya, karena menjadi titik pertemuan ruas Tol Jogja Bawen dan Tol Jogja Solo yang menyambung dengan seksi 3, atau Tol Jogja Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Lurah Tirtoadi, Mlati, Mardiharto, mengatakan banyak warga Sanggrahan yang terdampak pembangunan jalan tol. “Saya belum mendapatkan laporan adanya warga yang kesulitan mencari lahan pengganti,” katanya.
Sementara, rencana peletakan batu pertama pembangunan Tol Jogja Bawen pada Maret ini tergantung Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Dusun Sanggrahan disebut sebagai lokasi dimulainya proyek ini.
PPK Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja Bawen Wijayanto mengatakan pembahasan rencana konstruksi pembangunan jalan tol masih terus dimatangkan.
“Kalau perencanaan sudah ada. Tapi masih rencana, belum ada persetujuan dari Ngarso Dalem [Sri Sultan HB X],” ujarnya, Jumat.
BACA JUGA: Habiskan Biaya Rp21 Triliun, Ini Profil Tol Jogja Bawen
Totok, sapaan akrab Wijayanto, enggan menjelaskan detail rencana tersebut sebelum mendapatkan persetujuan dari Pemda DIY. Dia berharap agar semua pihak bisa bersabar karena groundbreaking Tol Jogja Bawen tinggal menunggu waktu.
“Yang jelas arahannya Pak Mentri [Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono] enggak usah pakai seremoni-seremonian mengingat pandemi Covid-19],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kejagung Pantau Anjloknya IHSG, Dugaan Gorengan Saham Disorot
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bantul Siapkan BTT untuk Bencana
- KRL Jogja-Solo Normal, Ini Jadwal Lengkap Perjalanan Jumat 30 Januari
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
- Disdikpora Kulonprogo Beri Tali Asih Siswa SD Bawa Adik ke Sekolah
- Investasi Kulonprogo 2025 Tembus Rp566 Miliar, PSN YIA Jadi Pengungkit
Advertisement
Advertisement




