Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta Halik Sandera (kiri) dalam webinar dengan tema Menjaga Air Tanah agar Bumi Tetap Berkah pada Selasa (22/3/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Ada tiga persoalan air bersih di Jogja yang butuh penanganan karena persediaan air bersih berkurang dari tahun ke tahun.
BACA JUGA: Sirkuit Balap Motor Gunungkidul Akan Dibangun di Kawasan Sport Center
Tiga persoalan tersebut adalah berkurangnya sumber air di sekitar Gunung Merapi, karst di Gunungkidul yang tidak berfungsi maksimal, dan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang tidak memadai.
Tiga masalah itu diungkapkan dalam webinar dengan tema Menjaga Air Tanah agar Bumi Tetap Berkah pada Selasa (22/3/2022). Webinar digelar Harian Jogja pada Hari Air Sedunia yang diperingati tiap 22 Maret.
Webinar menghadirkan pembicara General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Herman Courbois, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta Halik Sandera, dan Ketua Komunitas Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sri Wahyuningsih.
Hari Air Sedunia diperingati sebagai bentuk kesadaran dan upaya mencegah krisis air global di masa depan.
Halik Sandera mengatakan terdapat tiga masalah besar dalam penyediaan air di Jogja. Pertama adalah vegetasi Gunung Merapi yang secara alami terdampak erupsi sehingga berkurang. Selain itu, marak penambangan pasir di kawasan hulu. Kedua hal tersebut menyebabkan terganggunya pengisian air tanah.
BACA JUGA: Pria Asal Kota Jogja Ditangkap Saat Curi Hijab & Bra di Bantul
Persoalan kedua adalah terganggunya kawasan karst di Gunungkidul yang berfungsi sebagai serapan. Karst yang terus ditambang mengakibatkan sungai bawah tanah di Gunungkidul terganggu dan debit airnya terus menurun. Persoalan ketiga adalah ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang tidak sampai 20%. Kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau bisa menyebabkan banjir saat hujan.
“Tiga persoalan tersebut membuat masa depan air tanah dan muncul potensi banjir di mana-mana” ucap Halik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.