Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi rokok yang bisa membuat bocah kecanduan./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan suami istri di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, kebingungan karena anak mereka yang berusia tiga tahun atau masih balita (bawah lima tahun) sudah kecanduan rokok.
BACA JUGA: Sah! DIY PPKM Level 3, Ini Aturan untuk Mal
Saking kecanduannya, si anak balita berinisial DA akan mengamuk dan membanting perabotan rumah manakala permintaannya untuk merokok tidak dipenuhi. Si ibu mengatakan anaknya kecanduan merokok sejak tiga bulan lalu. Awalnya, anaknya hanya mengisap puntung, tetapi lama kelamaan minta sebatang rokok utuh.
“Sekarang kalau ayahnya pulang langsung minta rokok sambil merengek,” kata si ibu kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).
Dalam sehari DS minimal mengisap satu batang rokok. “Kalau mau Magrib pasti minta. Dia juga memilih rokok, kalau dikasih rokok kretek tidak mau,” katanya.
Si ibu merasa khawatir dengan kebiasaan anaknya. “Kalau sudah minta harus dikasih. Kalau tidak, dia akan mengamuk dan membanting perabotan di rumah. Saat diberi rokok, ia langsung bugar,” ujarnya.
Ia sudah mencoba menyembunyikan korek api, tapi DS malah membeli sendiri ke warung. Si ibu juga telah meminta suaminya untuk tidak merokok di rumah.
“Saya juga sudah membawanya ke orang pintar, tapi belum juga membuahkan hasil karena DS tetap merengek minta rokok,” katanya.
Untuk menghilangkan kebiasaan buruk anaknya, si ibu sudah memasukan DS ke sekolah mulai Selasa pagi. Selain itu, interaksi DS dengan tetangga sekitar juga dibatasi.
“Di depan rumah saya ada pos ronda dan lalu lalang truk pembawa batu kalsit. Terkadang warga ada yang menggoda dengan menawari rokok,,” katanya.
BACA JUGA: DBD Masih Menghantui Gunungkidul, 2 Warga Meninggal Sejak Januari
Sementara, si ayah mengaku tidak berani lagi merokok di rumah karena anaknya pasti meminta rokok.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan jawatannya dengan Puskesmas Ponjong sudah mendatangi rumah balita ini untuk memberikan pendampingan. “Hasilnya nanti kami sampaikan. Yang jelas, kami siap memberikan pendampingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.