Advertisement
Tol Jogja Beroperasi, Wisatawan Malah Menginap di Hotel Solo

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tol Jogja Solo akan beroperasi mulai 2023 dan industri pariwisata di DIY harus berbenah karena kemungkinan besar pengguna tol justru akan menginap di Solo alih-alih hotel di Jogja.
BACA JUGA: Tol Rampung Tahun 2023, Jogja-Solo Hanya 20 Menit
Advertisement
Ketua Badan Promosi Parwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara mengatakan ada potensi wisatawan dari Jogja akan menginap di Solo karena jarak tempuh kedua kota bakal lebih cepat.
“Semua hotel di DIY 90 persen di Kota Jogja, sedangkan lokasi Solo hanya setengah jam [dari Jogja lewat tol], tidak dipungkiri, nanti mereka berwisata di Jogja dan menginapnya di Solo. Kabupaten [di DIY] harus memiliki tempat menginap yang bisa menahan mereka [wisatawan] minimal satu malam,” kata putri bungsu Sri Sultan HB X ini di sela-sela workshop Manajemen Pengembangan Wisata Kawasan Lindung di UC UGM, Rabu (23/3/2022)
Kepala Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional (PSPPR) UGM Profesor Bambang Hari Wibisono menyatakan pentingnya membuat grand design pengembangan kawasan di sekitar pintu keluar tol di DIY.
“Kami pernah mengusulkan [ke Pemda DIY] agar itu segera disiapkan,” katanya.
Ia mengatakan dengan tidak adanya rest area di sekitar tol yang melintas di Jogja, para pengguna bisa langsung ke exit toll. Melalui exit toll, wisatawan bisa masuk ke dalam Kota Jogja dan sekitarnya.
BACA JUGA: Ganti Rugi Tol Jogja Solo untuk Warga Purwomartani Kemungkinan Dibayarkan Juli
Supaya wisatawan tidak banyak menginap di Solo setelah berwisata di Jogja karena tol bisa memangkas jarak tempuh, DIY harus bersiap dan berbenah.
“Jogja harus terus berbenah, apa yang didapatkan di Jogja itu tidak bisa didapatkan di Solo. Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda. DIY masih banyak potensi yang belum digali,” katanya.
Bambang menegaskan titik yang menjadi pintu keluar tol seperti hotel, SPBU, kawasan wisata terdekat, hingga pusat oleh-oleh harus disiapkan. Pemerintah perlu mengatur apa saja yang boleh dibangun dan yang tidak boleh di kawasan tersebut. Wisatawan nantinya diharapkan tidak hanya berhenti di seputar kawasan tersebut, tetapi juga merembet mengunjungi ke sejumlah wilayah di DIY.
“Setelah ditetapkan yang boleh apa dan tidak boleh apa, harus diikuti dengan sosialisasi pelatiahn kepada warga supaya mereka memiliki kesempatan untuk berkontribusi,” ucapnya.
Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto mengatakan pembangunan dan perlindungan alam di DIY sudah tergolong lengkap. Namun, masih ada kekurangan.
Ia menyoroti masih banyaknya destinasi wisata yang tak punya jaringan Internet. Persoalan ini perlu diatasi seiring dengan akan semakin banyaknya wisatawan yang masuk ke Jogja ketika tol sudah beroperasi.
BACA JUGA: Izin Penetapan Lokasi Tol Jogja Solo Diperpanjang Sampai Juli 2023
Pembangunan Tol Jogja Solo digadang-gadang bakal mempersingkat waktu tempuh kedua kota. Solo-Jogja yang biasanya ditempuh 1,5 jam dapat diperpendek menjadi 20 menit mulai 2023 saat tol rampung dibangun.
Beberapa waktu lalu, General Manager Lahan dan Utilitas PT JogjaSolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin, mengatakan pembangunan sesi I Tol Jogja Solo gate Kartasura (Sukoharjo) hingga gate Purwomartani (Sleman) ditargetkan rampung sekaligus sudah dapat diresmikan, 17 Agustus 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Menteri Perhubungan Pastikan Persiapan Menghadapi Arus Balik Telah Maksimal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Napi di Lapas Wonosari Dapatkan Remisi Lebaran, 3 Orang Bisa Langsung Bebas
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
- Tim SAR Parangtritis Masih Cari Satu Korban Kecelakaan Laut
- Libur Lebaran 2025, Pengunjung GL Zoo Bisa Tembus 11.000 Orang dalam Sehari
- Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Salah Satu Objek Wisata di Banguntapan
Advertisement
Advertisement