Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
\r\n\r\nAktivitas di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Di wilayah ini akan dibangun pelabuhan pendaratan ikan dan proses sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. foto diambil 28 Februari 2021-Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemkab Gunungkidul memastikan tidak ada penutupan objek wisata pada saat tradisi padusan, satu hari jelang pelaksanaan Ibadah Puasa. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, Kamis (24/3/2022).
“Padusan jelang puasa merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang harus dilestarikan. Jadi, tidak ada penutupan wisata,” kata Heri.
Menurut dia, pada saat ada larangan malah bisa memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat. “Makanya kami tidak melarang tradisi ini dan mudah-mudahan dapat memberikan manfaat,” ujarnya.
Heri berpesan pada saat padusan berharap kepada pengunjung wisata untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Baginya, penerapan protokol ini menjadi kunci penting dalam upaya penanggulangan sehingga tidak ada penularan virus corona di area wisata.
“Jadi harus ada sinergitas yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan agar mata rantai penyebaran virus corona dapat diputus,” katanya.
Baca juga: Jelang Ramadan, Update Harga Sejumlah Sembako di Jogja
Untuk protokol, ia tidak menampik masyarakat sudah paham berkaitan dengan pelaksnaaan. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak bosan untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan penyebaran virus corona. “Harus terus patuh dan tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, ada kemungkinan puncak kasus penularan Covid-19 sudah terlewati. Hal ini terlihat dari tren penularan yang angkanya dibawah 100 kasus per harinya.
Ia menilai kasus penularan sudah jauh menurun dibandingkan di awal Maret yang mencapai ratusan warga positif per harinya. “Kelihatannya sudah melewati masa puncak,” katanya.
Meski puncak kasus sudah terlewati, Dewi meminta masyarakat untuk tetap waspada. Terutama untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan saat beraktivitas sebagai upaya pencegahan. Pasalnya, langkah ini salah satu cara memutus mata rantai penyyebaran virus corona. “Tidak boleh lengah, terutama saat libur Idul Fitri nanti. Jadi, tidak boleh abai terkait dengan penularan yang masih menjadi ancaman,” katanya.
Selain itu, untuk pencegahan juga terus melakukan program vaksinasi, baik suntikan dosis pertama, kedua ataupun booster. Dewi mengungkapkan, hingga sekarang warga yang telah menjalani vaksinasi booster sebanyak 39.191 orang. “Kalau diprosentasekan jumlahnya mencapai 6,59 persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.
Justin Kluivert di-bully warganet Indonesia usai gagal penalti di Piala Dunia 2026. KNVB lapor polisi. Simak kronologi dan kaitannya dengan Patrick Kluivert.
Krisis BBM di Rusia dorong lonjakan permintaan mobil listrik China. Penjualan naik dari 2-3 unit/bulan jadi 2-3 unit/hari.
10 rekomendasi film Juli 2026: Spider-Man, Moana live action, Petaka Gunung Welirang, dan banyak lagi. Catat jadwal tayangnya dan siapkan daftar tontonan Anda!