Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Petugas SAR Satlinmas saat mencari keberadaan Sapuan, Koki asal Solo yang hilang di Pantai Siung. Foto diambil Kamis (31/3/2022)/Istimewa SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengunjung pantai yang melakukan padusan diminta untuk berhati-hati terhadap potensi kecelakaan laut. Salah satu kecelakaan yang terjadi adalah tebing runtuh dan menimpa wisatawan hingga meninggal dunia.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, Jumat (1/4/2022) mengatakan keindahan alam di kawasan pantai juga menyimpan potensi bahaya. Selain ancaman terseret arus laut, juga ada potensi tebing perbukitan runtuh. “Kami meminta wisatawan untuk tidak bermain atau berteduh di bawah tebing,” kata Marjono, Jumat siang.
Ia menceritakan, tebing longsor pernah terjadi di Pantai Sadranan di Kalurahan Sidoharjo, Tepus pada saat padusan di 2015 lalu. Saat itu, ada empat korban meninggal dunia karena tertimpa tebing yang runtuh karena terkikis air laut.
“Pada saat kejadian kami harus berjibaku mengevakuasi para korban. Selain menurunkan alat berat, guna memudahkan pencarian juga sempat menerjunkan anjing pelacak,” ungkapnya.
Marjono menambahkan, untuk antisipasi agar kejadian sama tidak terulang, sudah memasang papan peringatan di area berbahaya. “Sekarang masih landai, tapi kemungkinan baru ramai setelah Shalat Jumat,” katanya.
Baca juga: Koki Asal Solo Belum Ditemukan, Area Pencarian Diperluas hingga Pacitan
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto menambahkan, pada saat tradisi padusan ada potensi kenaikan gelombang yang tingginya mencapai empat meter. Pengunjung diminta mewaspadai fenomena ini saat berwisata aman dan bisa sampai di rumah dengan selamat. “Informasi dari BMKG ada kenaikan gelombang di Pantai Selatan,” katanya.
Menurut dia, seluruh anggota SAR berjumlah 64 anggota disiagakan. Puluhan personil dikerahkan untuk pengawasan dari Pantai Poktunggal hingga kawasan Pantai Gesing di Kapanewon Panggang.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tapi juga untuk memastikan pengunjung menaati protokol kesehatan. Upaya ini sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Pandemi masih berlangsung. Kami akan terus mengimbau pengunjung menaati protokol kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.