Advertisement

Sosok Daffa, Pelajar Korban Klithih Terbaru di Jogja yang Dikenal Aktif Berorganisasi & Anggota IPM

Sunartono
Senin, 04 April 2022 - 16:47 WIB
Budi Cahyana
Sosok Daffa, Pelajar Korban Klithih Terbaru di Jogja yang Dikenal Aktif Berorganisasi & Anggota IPM Petugas Inafis Polda DIY melakukan olah TKP di lokasi kejadian kejahatan jalanan tepatnya di depan kantor Kelurahan Banguntapan, Senin (4/4/2022). - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Daffa Adzin Albasith, korban klithih yang bertatus pelajar SMA Muhammadiyah 2 Jogja dikenal sebagai sosok aktif mengikuti kegiatan organisasi. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

BACA JUGA: Klithih di Bulan Puasa Renggut Nyawa, Sultan Jogja Ingatkan Orang Tua

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Jogja Slamet Purwo mengatakan almarhum Daffa termasuk pelajar yang aktif berorganisasi. Ia beberapa kali menjadi panitia dalam kegiatan sekolah, terakhir kali pada acara pentas seni Rising Up#6 di SMA Muha pada akhir Maret 2022 lalu. Selain itu, korban juga dikenal aktif sebagai anggota IPM.

“Anak ini aktif di kegiatan sekolah, kemarin juga baru saja jadi panitia pentas seni. Dalam keseharian tidak nakal dan dari sisi akademik normal saja. Kebetulan dia aktif di organisasi IPM,” kata Slamet saat ditemui wartawan di Gedung Ibnu Sina, Kompleks SMA Muha Jogja, Senin (4/4/2022).

Daffa menjadi korban klithih pada Minggu (3/4/2022). Dia meninggal dunia setelah kepalanya dihantam gir di Banguntapan, Bantul.

Slamet berharap kasus serupa di DIY tidak terjadi lagi sehingga butuh sinergi semua pihak untuk melakukan pencegahan. “Apalagi Jogja ini sebagai kota pelajar,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Slamet, sekolah berusaha meredam pelajar lain agar tidak muncul kekerasan lain di Jogja. Sekolah telah melibatkan orangtua untuk selalu melakukan pengawasan kepada anak-anaknya.

BACA JUGA: Remaja Tewas Dihantam Gir, Ternyata Pelajar yang Hendak Cari Makan Sahur

“Kami minta orang tua mendampingi. Ini sudah kami sampaikan ke ortu di semua level untuk lebih meningkatkan pendampingan agar kasus serupa tida terjadi,” ucapnya.

Ia memastikan tidak ada geng pelajar di sekolahnya. Kegiatan perkumpulan pelajar sudah terakomodasi di organisasi IPM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bulog Tangkap Tangan Mafia Beras Penyebab Kenaikan Harga

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 19:37 WIB

Advertisement

alt

Salah Kaprah, Ini Makna Healing yang Sesungguhnya

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement