Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Kapolsek Banguntapan Kompol Zaenal Supriyatna (depan-tengah) menunjukan barang bukti gir besi dan stick knob dari remaja yang hendak tawuran di Mapolsek Banguntapan, Kamis (7/4/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Jajaran Polsek Banguntapan menangkap empat remaja yang hendak tawuran di Banguntapan, Bantul, Kamis (7/4/2022) dini hari. Dua dari empat remaja tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena membawa gir besi dan stik.
BACA JUGA: Lebih Besar dari Qzruh & Joxin, Ini Deretan Geng Paling Berbahaya di Dunia
Sebelumnya, Polsek Bantul juga meringkus tujuh remaja yang hendak tawuran di Dusun Serayu, Desa Bantul.
Kapolsek Banguntapan Kompol Zaenal Supriyatna mengatakan empat remaja tersebut ditangkap sekitar pukul 02.00 WIB di Simpang Empat Ketandan atau di Jalan Wonosari-Jogja.
Awalnya, petugas Polsek Banguntapan bersama masyarakat atau relawan yang tergabung dalam Kelompok Sadar Kemamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) berpatroli di Jalan Wonosari, Ring Road Banguntapan, hingga sekitar Jogja Expo Center (JEC).
Dalam patroli tersebut, Pokdarkamtibmas mencurigai beberapa remaja yang mengendarai sepeda motor yang lalu lalang di Jalan Wonosari, tepatnya di Simpang Wiyoro. Pokdarkamtibmas kemudian membuntuti para remaja tersebut dari Simpang Wiyoro sampai ke utara Dusun Pelem, selanjutnya belok ke kiri sampai dengan Pasar Bantengan Wonocatur dan belok kiri ke Ring Road. “Sesampainya di Simpang Empat Ketandan dekat Pos Polisi Ketandan rombongan tersebut diberhentikan,” Kata Zaenal dalam jumpa pers di Mapolsek Banguntapan, Kamis (7/4/2022).
Setelah menghentikan rombongan remaja bersepeda motor tersebut, polisi menggeledah mereka. Saat digeledah, dua pengendara motor kabur. Sementara, pengendara yang tertangkap kedapatan membawa senjata.
“Saat digeledah kedapatan membawa gir yang ditali dengan sabuk warna kuning, dan ada yang membawa stick knob. Terus dua pengendara yang bawa celurit kabur ke arah timur jalan Wonosari,” papar Zaenal.
Zaenal mengaku dua pengendara yang melarikan diri sudah diketahui identitasnya dan saat ini sedang diburu.
Zaenal menjelaskan rombongan remaja yang tertangkap merupakan geng Mavrasta yang hendak tawuran dengan kelompok Resistor. Namun kelompok Resistor tidak datang ke lokasi tawuran yang sudah ditentukan.
“Mereka ini dari Mavrasta dan mau tawuran dengan Resistor di Jalan Wonosari Kilometer 6 dan ganti ke Blok O, tapi salah satu kelompok tidak datang. Karena tidak datang mereka berkeliling dari Jalan Wonosari Kilometer 6 hingga simpang 4 Ketandan itu tadi,” jelasnya.
Dua remaja dijadikan tersangka terkait kepemilikan gir dan stik knob. Keduanya masing-masing berinisial LS,18, warga Salam, Patuk, Gunungkidul dan BSA, 17, warga Tegaltirto, Berbah, Sleman. Keduanya masih berstatus pelajar. Sementara dua remaja lainnya masih sebagai saksi.
BACA JUGA: Warga Jogja Diminta Pakai Baju Anti-Klithih saat Bepergian, Modelnya Bikin Ngakak
Polisi menjerat kedua tersangka dengan Undang-undang Darurat No.12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Zaenal mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan lagi anak-anaknya dan mencarinya jika tidak pulang sampai larut malam supaya tidak terpengaruh dengan teman-temannya untuk melakukan pelanggaran hukum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Sepuluh negara memiliki aturan penyadapan komunikasi yang mengatur kewenangan, prosedur, pengawasan, dan larangan penyadapan ilegal.
BPS DIY memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 329.020 ton, naik 5,79% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasus penyadapan Listyo Sigit Cs disorot pengamat. Bambang Rukminto mendesak polisi mengusut pihak yang memerintahkan penyadapan.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Gerindra mendesak Polri mengungkap otak, pemberi perintah, dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo.