Advertisement

Pembangunan Infrastruktur 2022 untuk Pemerataan Kualitas Sarpras di Sleman

Abdul Hamied Razak
Kamis, 07 April 2022 - 22:47 WIB
Budi Cahyana
Pembangunan Infrastruktur 2022 untuk Pemerataan Kualitas Sarpras di Sleman Kustini Sri Purnomo - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung terwujudnya kabupaten cerdas merupakan misi kelima pembangunan di Kabupaten Sleman.

Menurut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, indikator keberhasilan misi tersebut di antaranya peningkatan literasi masyarakat, peningkatan indeks kinerja lalu lintas dan angkutan jalan dan persentase kesesuaian pemanfaatan ruang.

"Selain itu, persentase cakupan infrastruktur pelayanan dasar dan pendukung pengembangan ekonomi serta peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup," kata Kustini saat ditemui, Rabu (16/2/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Berbagai indikator keberhasilan pembangunan misi kelima tersebut, katanya, dapat tercapai bila pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana dapat dilakukan secara merata. Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya untuk mendukung kebutuhan sarpras fisik masyarakat tetapi juga untuk meningkatkan kualitas prasarana dan sarana wilayah yang terintegrasi dengan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pembangunan multi sektor di Sleman. Hal itu dikarenakan pembangunan infrastruktur selalu beririsan dengan program lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.

"Pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi salah satu pendorong pemerataan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Sleman, sehingga dapat mengurangi kesenjangan wilayah perkotaan dan perdesaan," katanya.

Pada 2022 pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Kustini berharap program ini dapat mengakselerasi pemulihan kondisi sosial dan mempercepat kebangkitan ekonomi. Ia merinci pembangunan infrastruktur di Sleman menempati alokasi anggaran terbesar ketiga setelah urusan kesehatan dan pendidikan dengan anggaran mencapai Rp404,56 miliar yang bersumber dari APBN (Dana Alokasi Khusus dan Dana Keistimewaan) maupun APBD Sleman.

Pada 2022, Pemkab mengusulkan 10 proyek infrastruktur meliputi revitalisasi sarana terpadu sentra IKM di Kapanewon Pakem, pembangunan Jembatan Merah, rehabilitasi jaringan di Kaliputih, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, dan pembangunan jaringan distribusi utama SPAM Regional Sleman 1. Selanjutnya, pembangunan jalan di Glondong, Tegalrejo, Kapanewon Kalasan, pengadaan lahan ruas Prambanan-Lemahabang, pematangan lahan Taman Budaya Sleman, pembangunan PICU RSUD Prambanan, pembangunan gedung Mall Pelayanan Publik serta pengadaan hyper convergen server Dinas Kominfo."Pada tahun ini juga dilaksanakan pembangunan gedung Kapanewon Moyudan dan rehabilitasi gedung pelayanan publik dasar seperti puskesmas, sekolah dan pasar," kata Kustini.

Pemkab Sleman, menurut Kustini, berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan secara adil dan merata di seluruh sektor dan seluruh wilayah berdasarkan kemampuan keuangan daerah. "Kami mohon dukungan masyarakat Sleman agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Kami harapkan pembangunan infrastruktur yang telah dan akan dilaksanakan benar-benar dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kustini.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Alasan Nasdem Pilih Anies Jadi Capres 2024 daripada Ganjar atau Andika Perkasa

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement