Advertisement

Tak Patut Ditiru, Bapak-Anak Ini Kompak Mencuri Sapi Tetangga Sendiri

Lugas Subarkah
Selasa, 12 April 2022 - 16:07 WIB
Arief Junianto
Tak Patut Ditiru, Bapak-Anak Ini Kompak Mencuri Sapi Tetangga Sendiri Salah satu pelaku pencurian sapi, SDT. - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Bapak dan anak berinisial SDT, 48, dan BS, 18, kompak mencuri sapi. Warga Minggir yang kini tinggal di Salam, Magelang, Jawa Tengah tersebut pun harus mendekam di balik penjara. 

Para pelaku berhasil tertangkap karena ban pikap yang mereka pakai untuk membawa hasil curian bocor. 

Kapolsek Minggir, AKP Dwi Noor Cahyanto, menjelaskan kejadian ini pertama diketahui oleh petugas Polsek Seyegan dari laporan warga yang curiga adanya pikap bermuatan dua sapi berhenti di pinggir jalan di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan sekitar pukul 02.30 WIB.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Kecurigaan masyarakat timbul, lalu disampaikan ke Polsek Seyegan,” ujarnya, Selasa (12/4/2022).

Polsek Seyegan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Minggir untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sayangnya, satu tersangka, BS, sudah lebih dulu lolos dengan mengelabui polisi hendak menambal ban, yakni BS, yang kini statusnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Setelah keduanya ditangkap, barulah keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, Antonius, salah satu warga Minggir melaporkan bahwa dua ekor sapi limosin senilai Rp38 juta miliknya hilang. 

"Pemilik bangun mau memberi makan melihat sapi sudah tidak ada di kandang. Setelah dicek oleh pelapor, ternyata benar, dua sapi itu adalah miliknya,” kata Dwi Noor.

Setelah diperiksa, imbuh Dwi Noor, ternyata Antonius dan pelaku bertetangga. 

"Sehingga pelaku dengan mudah masuk dan mengambil sapi-sapi itu. Lalu otak pencuriannya adalah BS,” katanya.

Advertisement

Meski begitu, salah satu pelaku, SDT membantah bahwa anaknya adalah otak aksi pencurian sapi tersebut. 

Dia mengaku tidak mengajak anaknya secara langsung untuk mencuri, melainkan hanya untuk nyopir. “Anak saya tidak tahu [rencana pencurian],” katanya.

Pencurian itu, tambah SDT, ia lakukan  lantaran dimintai tolong BS yang sedang membutuhkan uang. Rencananya, sapi-sapi itu akan dibawa ke wilayah Turi untuk dijual ke pembeli yang merupakan kenalan BS.

Advertisement

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kesaksian Penonton saat Tragedi Kanjuruhan, Kengerian Menyayat di Depan Mata

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement