Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi siskamling
Harianjogja.com, SLEMAN--Maraknya kasus kekerasan dan kejahatan jalanan beberapa waktu terakhir mendapat sorotan dari semua kalangan masyarakat. Tak hanya tugas polisi, pencegahan aksi kekerasan dan kejahatan jalanan juga menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat dan sekolah.
Di Kapanewon Minggir, masyarakat dilibatkan dalam pencegahan tindak kejahatan jalanan dengan Jaga Warga.
Kapolsek Minggir, AKP Dwi Noor Cahyanto, menjelaskan selain menempatkan petugas Kring Serse di pos-pos yang sudah ditentukan, warga juga digerakkan dalam Jaga Warga.
BACA JUGA: Pesan Mendalam, Akademisi: Calon Rektor UGM Harus Sudah Selesai dengan Dirinya
Jaga Warga diambil dari masyarakat setempat yang peduli atas maraknya aksi kejahatan jalanan sehingga tergerak untuk turut berkontribusi dalam pencegahannya. “Kami gerakkan sebagai sukarelawan Kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat],” ujarnya, Rabu (13/4/2022).
Di Kapanewon Minggir terdapat lima kalurahan. Di masing-masing kalurahan sudah terbentuk kelompok Jaga Warga. Kelompok inilah yang dimanfaatkan untuk membantu polisi berjaga di lokasi dan waktu yang dianggap rawan terjadinya kejahatan jalanan.
“Mendasari hasil analisa waktu, jam, kejadian yang sering terjadi kejahatan jalanan, kami tempatkan personel kami, Kring Serse dan gabungan dengan Jaga Warga. Dari situ komunikasi kami melalui lurah dan perangkat masing-masing, langsung terhubung dengan ketua Jaga Warga masing-masing wilayah,” ungkapnya.
BACA JUGA: TPST Tamanmartani Akan Pakai Teknologi Pengelolaan Sampah dari Jerman
Polsek Minggir telah memetakan wilayahnya menjadi empat simpul untuk menempatkan Jaga Warga dan Kring Serse. Simpul pertama terletak di simpang empat Gedongan yang berbatasan dengan Kapanewon Moyudan.
Kedua, Balangan yang merupakan akses jalan alternatif dari Tempel. Ketiga, simpang tiga Bonagung, yang menjadi akses keluar ke arah Kulonprogo. Keempat, di Jalan Godean, tepatnya di Sembuhan, yang juga merupakan jalur ke arah Kulonprogo. “Kalau empat simpul itu sudah di-cover oleh kami, insyaallah akses dari mana pun sudah ter-cover,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pencegahan kejahatan jalanan, Jaga Warga bersama Kring Serse juga siap menjaga segala bentuk gangguan kamtibmas. Menjelang Lebaran, tim gabungan juga akan menjaga mobilitas pemudik di wilayahnya. “Kami siap melayani pemudik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.