Advertisement

Klithih Jogja, DPR RI: Pelaku yang Tertangkap, Bina dan Beri Keterampilan!

Sunartono
Kamis, 07 April 2022 - 13:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Klithih Jogja, DPR RI: Pelaku yang Tertangkap, Bina dan Beri Keterampilan! Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) DIY Gandung Pardiman. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman menyoroti kasus kasus klithih yang kembali marak saat Bulan Ramadan di Jogja. Selain memberikan penindakan tegas, pelaku juga harus diberikan pembinaan.

"Para pelaku kejahatan jalanan yang tertangkap selain menjalani proses hukum harus dilakukan pembinaan, diberikan keterampilan terhadap anak tersebut. Karena masih muda dan masa depan panjang," kata Gandung dalam keterangannya, Kamis (7/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ia menambahkan melalui pembinaan sesuai dengan bakat dan minatnya, diharapkan mantan pelaku klithih bisa berkegiatan positif. "Minimal dia tidak melakukan aksi kejahatan jalanan lagi. Sehingga perlu diarahkan pada kehlgiatan bermanfaat," ujarnya.

Gandung mengapresiasi langkah Pemda DIY bersama Polda DIY yang bersepakat untuk memaksimalkan peran program Jaga Warga. Program ini akan efektif untuk upaya pencegahan terjadinya aksi kejahatan jalanan. Karena pergerakan anak muda dapat terpantau hingga tingkat desa bahkan dusun, dengan demikian harapannya dapat meminimalisasi klithih.

Baca juga: Warga Jogja Diminta Pakai Baju Anti-Klithih saat Bepergian, Modelnya Bikin Ngakak

"Saya yakin jika semua jaga warga bergerak aktif pasti bisa meredam aksi kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah Klithih ini. Karena ini sudah sangat meresahkan," katanya.

Melalui Jaga Warga, masyarakat bisa bekerja sama dengan babinkamtibmas maupun tokoh masyarakat. Sehingga memudahkan untuk melakukan deteksi dini terhadap anak atau pelajar yang aktif di kelompok geng tidak bermanfaat.

"Dari sini maka bisa dilakukan pendekatan terhadap orang tua anak yang terindikasi ikut geng. Ini sebagai salah satu pencegahan dini," katanya.

Sebagaimana diketahui seorang pelajar kelas XI SMA Muha Jogja tewas terkena sabetan gir pada Minggu (3/4/2022) dinihari. Tindakan klithih ini kemudian memicu reaksi masyarakat di dunia maya yang menganggap Jogja tidak aman. Lalu klitih menjadi trending topic di media sosial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sejumlah Fenomena Alam Aneh Terjadi di Turki Sebelum Gempa Mengguncang

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement