Advertisement

Kabar Baik! Lima Kecamatan di Bantul Ini Nol Kasus Covid-19

Ujang Hasanudin
Jum'at, 15 April 2022 - 18:57 WIB
Bhekti Suryani
Kabar Baik! Lima Kecamatan di Bantul Ini Nol Kasus Covid-19 Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Kasus aktif atau yang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19 di Bantul terus menurun seiring berkurangnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian. Per Jumat, 14 April 2021 kasus aktif di Bantul tinggal 71 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan atau kapanewon.

Namun terbanyak di Kapanewon Banguntapan 20 orang, Kasihan 18 orang, dan Bantul tujuh orang. Ada lima kapanewon yang saat ini tidak ada kasus aktifnya, yakni Kapanewon Pleret, Jetis, Pandak, Srandakan, dan Sanden.

Secara komulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak pandemi masuk Bantul 2020 sampai saat ini sebanyak 73.725 kasus. Dari jumlah tersebut sembuh sebanyak 71.945 kasus. Meninggal dunia sebanyak 1.709 kasus, sehingga yang masih menjalani isolasi sebanyak 71 kasus.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Warung Jamu Cekok, Tempat yang Paling Ditakuti Anak-Anak Jawa

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan meski kasus Covid-19 menurun namun masyarakat diminta tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

“Mari bersama kita putus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” katanya. Selain itu Joko juga meminta masyarakat untuk melengkapi vaksin Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, sebelumnya, mengatakan ada sejumlah penyebab kasus Covid-19 di Bantul menurun, di antaranya karena kasus-kasus yang bergejala sudah banyak berkurang. Sedangkan kasus-kasus yang tanpa gejala tidak terjaring.

Sebelum-sebelumnya, kata pria yang akrab disapa Oki ini, orang tanpa gejala atau OTG banyak terjaring pada saat orang-orang akan melakukan perjalanan dengan transportasi umum, “Sekarang dengan dihapusnya syarat swab untuk pelaku perjalanan kasus tersebut tidak ditemukan,” kat Oki.

Kemudian penyebab melandai lainnya karena semakin tingginya masyarakat yang sudah divaksin lengkap bahkan sampai dosis ketiga atau booster, sehingga kekebalan terbentuk semakin luas. Namun demikian masyarakat diminta tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Surat Pemecatan Fredy Sambo Sudah Ditandatangani Presiden Jokowi

News
| Jum'at, 30 September 2022, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement