Advertisement

Terungkap! Cerita Bohong Driver Online Jadi Korban Kekerasan Jalanan di Kawasan Mirota Kampus

Yosef Leon & Abdul Hamid Razak
Sabtu, 16 April 2022 - 16:47 WIB
Budi Cahyana
Terungkap! Cerita Bohong Driver Online Jadi Korban Kekerasan Jalanan di Kawasan Mirota Kampus Ilustrasi kekerasan. - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Aparat kepolisian menegaskan kekerasan jalanan atau lazim disebut dengan klithih yang disebut-sebut terjadi di kawasan Mirota Kampus dan sempat viral di sosial media sebagai informasi bohong atau hoaks. 

Kapolsek Gondokusuman, AKP Surahman, menyampaikan telah melakukan menelusuri informasi dugaan klithih itu. Setelah dicek, driver aplikasi makanan pesan antar yang mengaku sebagai korban klithih tersebut rupanya merupakan korban pemukulan oleh rekannya sendiri. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kejadian yang diviralkan itu hoaks. Tidak benar itu. Dan kami pastikan bukan kejahatan jalanan," kata Surahman, Sabtu (16/4/2022). 

Informasi dugaan klithih itu memang sempat ramai di sejumlah media sosial. Driver aplikasi makanan pesan antar itu disebut menjadi korban klithih di kawasan Mirota Kampus pada 14 April 2022. 

Disebutkan pula bahwa para pelaku menggunakan dua sepeda motor yang saling berboncengan dengan jumlah empat orang. Postingan juga dilengkapi dengan foto korban yang menggunakan helm dan jaket aplikasi dengan kondisi mata sebelah kanan lebam. 

Surahman menjelaskan polisi kemudian melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan aparat Polres Sleman. Setelah dicek, lokasi kejadian tidak masuk ke wilayah hukum Polresta Jogja. 

"Kejadiannya itu kan perbatasan Sleman dengan Jogja, setelah kamk cek rupanya masuknya wilayah Bulaksumur," katanya.

Polisi juga sempat memanggil paguyuban driver wilayah Jogja guna memastikan informasi detail mengenai kejadian itu. 

"Kami pastikan bukan kejahatan jalanan," ujar dia. 

Insiden pemukulan disebut kapolsek terjadi di wilayah Jalan Kaliurang. Sekarang kasus itu telah ditangani oleh Polres Sleman. "Itu pemukulan terjadi dengan temannya sendiri, tapi di-posting sebagai korban klithih," ungkap dia. 

Pihaknya juga belum mengetahui motif korban memviralkan kejadian itu sebagai insiden klithih. Polisi juga meminta kepada pemegang akun sosial media untuk ikut menjaga ketertiban di wilayah masing-masing. 

"Apalagi sekarang di bulan puasa, harap informasi disaring dulu sebelum di-sharing," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Covid 5 Februari 2023: Kasus Positif Naik 171, Sembuh 181 & Meninggal 1

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement