Satpol PP DIY Data 72 Geng Sekolah, 15 Masuk Kategori Rawan
Satpol PP DIY mencatat 72 geng sekolah tersebar di DIY, dengan 15 di antaranya masuk kategori rawan. Sebanyak 14 titik rawan juga dipetakan untuk pencegahan kej
Sejumlah karyawan sedang mengemas kue madumangsa di Rumah Produksi Madumongso Bagaskoro, Kamis (21/4/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin \r\n
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY menyebut, kuliner menjadi sektor yang paling diburu saat Lebaran. Hal itu disebabkan karena pemudik rindu menyantap kuliner khas Jogja setelah dilarang mudik selama dua tahun ini.
Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan secara persentase untuk produk kuliner mencapai sekitar 70%. Dinkop UKM mendorong agar protokol kesehatan tetap diterapkan karena pandemi Covid belum berakhir.
"Mereka pulang kampung mengenang masa lalu di sana ada kuliner. Dan mereka aka bawa oleh-oleh. Porsi kuliner [dari produk UMKM] paling besar," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (25/4/2022).
Dia menjelaskan persiapan menyambut lebaran sudah dilakukan sejak lama. Para pelaku usaha didorong untuk menyiapkan produk-produk terbaiknya.
"Pasti kami dorong terkait bagaimana kualitasnya, kuantitasnya. Karena sudah dua tahun nggak boleh pulang, ini pasti banyak yang berkunjung ke Jogja," jelasnya.
Baca juga: Data Kunjungan Wisatawan di Jogja Bikin Kaget, Ini Sebabnya
Dalam upaya menjaga kualitas produk dari UMKM, Dinkop UKM DIY tidak bekerja sendiri. Namun bekerjasama dengan kabupaten dan kota juga. Beberapa komunitas dia sebut sudah mulai melakukan bazar Lebaran.
"Baik dari kapanewon, sudah ada tempat-tempat yang mereka sudah paham. Seperti di destinasi [wisata] Kaliurang dan Bantul," tuturnya.
Srie Nurkyatsiwi bercerita saat masih pandemi, Dinkop UKM DIY mendorong free ongkir untuk tetap menghidupkan UMKM. Dari mulanya hanya di DIY saja kemudian meluas sampai keluar daerah.
"Bicara bisnis yang memang on the spot ketemu dengan konsumen, tapi kami dorong juga masuk ke ekosistem digital. Bagaimana mereka manfaatkan fasilitas yang ada," ucapnya.
Selain itu juga dilakukan pelatihan pendampingan digitalisasi keuangan dan marketing digital. Guna meningkatkan keahlian dari pelaku UMKM saat menyambut wisatawan.
"Di DIY sendiri kan 3,9 juta [pemudik] ini kami harapkan akan ada spending money di sini," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP DIY mencatat 72 geng sekolah tersebar di DIY, dengan 15 di antaranya masuk kategori rawan. Sebanyak 14 titik rawan juga dipetakan untuk pencegahan kej
Jadwal KRL Solo–Jogja Sabtu 13 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 13 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek keberangkatan terbaru di sini.
Kejagung akan periksa Sony Sonjaya terkait pengajuan justice collaborator dalam kasus korupsi MBG 2025-2026.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.