Raperda Jaminan Sosial Gunungkidul Bidik Pekerja Informal
DPRD Gunungkidul menyiapkan pembahasan Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan fokus memperluas perlindungan bagi pekerja informal dan rentan.
Salah seorang pekerja sedang mengatur lalu lintas untuk proses perbaikan jalan rusak di wilayah perbatasan di Kalurahan Sumberejo, Semin. Senin (25/4/2022)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Perbaikan jalan rusak di perbatasan Gunungkidul-Sukoharjo dikerjakan kembali. Total anggaran untuk perbaikan ruas sepanjang 1,7 kilometer ini sebesar Rp9,2 miliar.
Salah seorang warga di Kalurahan Sumberejo, Semin, Sunardi mengatakan, lanjutan perbaikan jalan rusak yang berbatasan dengan wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah sudah dikerjakan mulai Senin (25/4/2022). Titik yang dikerjakan awal berada kawasan Telaga Plumpit yang memiliki kerusakan parah.
“Sudah mulai dikeruk menggunakan alat berat, kemudian ditimbun dengan pasir untuk meratakan kontur jalan,” kata Sunardi kepada Harianjogja.com, Selasa (26/4/2022).
Ia berharap proses perbaikan berjalan dengan lancar sehingga akses bagi pengguna jalan di kawasan tersebut bisa kembali normal. “Jelas dengan kondisi jalan rusak sangat mengganggu, terutama saat musim hujan karena banyak kubangan air di sejumlah titik,” katanya.
Baca juga: Jelang Mudik, Sleman Kebut Perbaikan Jalan
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Subagyo, salah seorang warga asal Kalurahan Selang, Wonosari. Menurut dia, meski sudah ada perbaikan di jalur perbatasan di Kapanewon Semin, tapi belum seluruh ruas dikerjakan.
Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang lewat karena harus lebih berhati-hati. Ia mengakui, pada saat ke Solo, Jawa Tengah seringkali menghindari jalan tersebut dan memutar melewati jalur di Kapanewon Ngawen.
“Cari jalan yang lebih bagus, meski harus memutar. Harapannya dengan perbaikan, maka kondisi kembali normal,” kata Subagyo.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, lanjutan perbaikan jalan rusak di perbatasan DIY-Jawa Tengah di Kapanewon Semin, ruas Pandanaan-Candirejo sudah mulai dikerjakan. Sesuai kontrak, pengerjaan dimulai sejak 12 April lalu dan akan berlangsung selama enam bulan ke depan.
“Setelah proses lelang, anggaran yang digunakan perbaikan mencapai Rp9,2 miliar,” katanya.
Andi menjelaskan, pengerjaan ini merupakan lanjutan perbaikan di 2021. Hasil pendataan, ruas Pandanan-Candirejo yang rusak sepanjang 3,2 kilometer, namun yang diperbaiki baru 1,5 kilometer. Sedangkan sisanya sepanjang 1,7 kilometer diperbaiki di tahun ini.
Disinggung mengenai jenis konstruksi, ia mengakui bahwa kegiatan sama dengan yang dilaksanakan di tahun lalu. Selain itu, jenisnya berbeda dengan cor beton jalan di wilayah Jawa Tengah karena pengerjaan disesuaikan dengan detail engineering design (DED) yang telah disusun. Pertimbangan menggunakan cor ini karena kondisi kontur tanah serta beban lalu lintas harian yang padat dan banyak dilalui kendaraan bermuatan berat.
“Kami menggunakan cor beton FS45 dan secara mutu dan kelenturan sudah memenuhi spesifikasi sehingga saat pengerjaan tidak menggunakan banyak rangka besi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyiapkan pembahasan Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan fokus memperluas perlindungan bagi pekerja informal dan rentan.
Kebakaran Pegunungan Argopuro masih terpantau hingga Minggu pagi. Petugas memadamkan api di area terjangkau dan menghindari lokasi berisiko.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung.
Dua remaja tewas di jurang Plaosan-Poncol, Magetan. Polisi menduga kecelakaan tunggal setelah motor menabrak pohon jati.
Sri Sultan menunggu keputusan pusat soal wacana gaji PNS lewat Kopdes Merah Putih. DPRD DIY mengingatkan risiko keamanan data.