Advertisement

Toko di Malioboro Kebanjiran Pembeli, Hampir Sama dengan Sebelum Pandemi

Sirojul Khafid
Jum'at, 06 Mei 2022 - 13:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Toko di Malioboro Kebanjiran Pembeli, Hampir Sama dengan Sebelum Pandemi Jalur pedestrian Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022). - Harian Jogja/Maya Herawati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Pemilik toko di sepanjang Malioboro kebanjiran pembeli selama libur Idulfitri tahun 2022 ini. Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY), KRT Karyanto Purbohusodo, mengatakan, tingkat keramaian pengunjung ini sama dengan libur sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Liburan ini penuh pengunjung. Toko oleh-oleh sampai kewalahan melayani konsumen. Omzetnya meledak dan toko pakaian juga laris manis selama liburan dari pagi sampai tengah malam pengunjungnya berdatangan terus-menerus,” kata KRT Karyanto, Jumat (6/5/2022).

Namun KRT Karyanto belum bisa menginformasikan berapa kenaikan omzet para pemilik toko di Malioboro. Selain penjualannya yang berbeda-beda, belum ada rekapitulasinya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Adapun barang yang paling banyak dicari wisatawan yaitu makanan oleh-oleh khas DIY. Selain itu, banyak pula yang mencari pakaian bertuliskan sesuatu yang berkaitan dengan DIY. “Toko yang ada di Teras Malioboro 1 dan 2 juga ramai pembeli,” katanya. “Meski nantinya setelah libur Idulfitri usai, biasanya omzetnya turun drastis lagi.”

Baca juga: Peringati Idulfitri, Kraton Bagikan 2.700 Uba Rampe

Sementara itu, pengunjung di Teras Malioboro 2 sempat mencapai sekitar 25.000 orang hari Rabu (4/5/2022) dan Kamis (5/5/2022). Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB) Jogja, Ekwanto, mengatakan jumlah pengunjung masih berpotensi bertambah di Teras Malioboro 2. “Puncak kunjungan di Teras Malioboro 2 diprediksi tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022. Jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 30.000 orang,” kata Ekwanto.

Jumlah kunjungan ini, lanjut Ekwanto, mematahkan asumsi apabila Pedagang Kaki Lima (PKL) direlokasi dari lorong toko ke Teras Malioboro akan berakibat pada sepinya kunjungan. “Terpatahkan kalau relokasi bikin orang yang enggak datang ke Malioboro,” katanya. “Protokol kesehatan tetap jalan, ada penyediaan hand sanitizer, cek suhu, desinfektasi, dan lainnya.”

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Ingatkan Penjabat Jangan Korupsi Anggaran untuk Program Kesejahteraan Petani

News
| Minggu, 25 September 2022, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement