UGM dan PAMA Perkuat Konsep Forest City IKN Lewat Penanaman Pohon
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Peningkatan volume sampah terjadi di destinasi wisata dan kawasan pemukiman. Salah satu pemicunya adalah tingkat konsumsi yang naik selama libur Lebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho menjelaskan volume sampah di destinasi wisata seperti Parangtritis misalnya, mengalami kenaikan 20%-30%.
"Kalau di Parangtritis sekitar 20 persen, libur-libur seperti ini, bisa mencapai 20-30 persen. Di sana kan ada TPS-nya, ya tidak setiap hari diambil," ujarnya pada Sabtu (7/5/2022).
BACA JUGA: Minta Kejelasan, Warga Blokir Jalan Masuk TPST dengan Tumpukan Batu
Normalnya sampah-sampah di TPS Parangtritis diangkut dua hingga tiga kali setiap pekan tergantung volume sampah yang terkumpul. Bila sekali angkut dibutuhkan satu truk yang mampu memuat 3-4 ton sampah, maka dalam sepekan setidaknya 12 ton sampah bisa diangkut dari kawasan Parangtritis.
"12 ton kalau itu naik 20 persen seperlima sekitar tiga ton dalam satu pekannya. Paling enggak tambah satu truk dalam satu pekan itu. Kalau biasanya tiga truk ini sampai empat truk, pengunjungnya kan membeludak to di Parangtritis," tandasnya.
Tak hanya di destinasi wisata, volume sampah tumah tangga di kawasan pemukiman juga naik selama libur lebaran. Banyaknya warga yang pulang kampung dan pekerja yang cuti menghabiskan waktu di rumah membuat pergerakan sampah di pemukiman pun turut naik. "Di permukiman juga. Tapi di cuti lebaran kita tetap melakukan pengambilan [sampah] tapi kita jadwal," ujarnya.
BACA JUGA: Cukup Tiga Hari, PAD Bantul dari Pariwisata Tembus Rp1 Miliar
Bertambahnya volume sampah di hulu, membuat volume sampah yang masuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan sontak naik. Pada Kamis (5/5) kemarin misalnya, Ari menjelaskan volume sampah di TPST Piyungan mencapai sekitar 800 ton. Jumlah tersebut naik puluhan ton dari biasanya.
"Pada 5 Mei, volume sampah yang masuk ke Piyungan itu 800 ton sehari. Yang sebelumnya hanya sekitar 770 ton kalau enggak salah, sudah menjadi 800 ton. Kan naik 30 ton sehari. Tapi itu dari Bantul Sleman dan Kota," jelasnya.
Berdasarkan data-data tadi, Ari menyimpulkan bila memang terjadi kenaikan volume sampah saat libur lebaran. "Prinsipnya dengan adanya libur lebaran ini memang ya terjadi kenaikan," tandasnya.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah, DLHK DIY, Jito yang menjelaskan adanya kenaikan volume sampah yang masuk selama libur lebaran. Secara detail Jito menerangkan pada Kamis (5/5/2022) sampah yang masuk ke TPA Piyungan mencapai 815 ton. Akan tetapi hanya sehari berselang volume sampah yang masuk malah kian mencuat, sampai-sampai 906 ton pada Jumat (6/5/2022).
Kenaikan volume sampah ini dibeberkan Jito terjadi karena ada lonjakan sampah dari destinasi wisata dan sampah rumah tangga. "Paling tinggi sampah wisata, sementara dari rumah tangga saat lebaran konsumsi [tinggi], maka sampah juga meningkat," terangnya.
Rentetan kenaikan volume sampah diprediksi Jito malah akan terus berlangsung seiring dengan masuknya sekolah dan perguruan tinggi "Saat sekolah dimulai, mahasiswa juga sudah masuk, saya yakin sampah akan bertambah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.
Pelaku UMKM wajib memiliki NIB untuk legalitas usaha. Simak manfaat NIB dan cara daftar online melalui OSS terbaru 2026.
Menaker Yassierli membuka peluang revisi Permenaker Outsourcing 2026 setelah muncul aspirasi dari buruh dan pengusaha terkait sektor alih daya.
Badan Pusat Statistik (BPS) menerjunkan 4.082 petugas untuk mendata sekitar 606.000 pelaku usaha di DIY melalui Sensus Ekonomi 2026
Implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa Rp157,28 triliun, mengurangi impor solar, dan meningkatkan nilai tambah sawit.
Rekonstruksi kasus pembunuhan perempuan di Kali Ngrowo mengungkap korban meninggal akibat kekerasan fisik sebelum jasadnya dibuang.