Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
ilustrasi antrean kendaraan di perempatan Imogiri, Bantul, Jumat./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menyebut kondisi macet atau kepadatan lalu lintas yang terjadi di hampir seluruh wilayah DIY selama periode libur Lebaran merupakan hal yang wajar. Dengan jutaan pengunjung yang datang ke Jogja, sementara kondisi jalan tidak berubah tentu berakibat pada kepadatan arus.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada Jumat (6/5/2022) lalu atau H+4 Lebaran. Titik kepadatan terjadi hampir di seluruh wilayah DIY. Hal itu disebutnya lumrah lantaran DIY kebanjiran pengunjung sampai jutaan orang.
"Memang kami akui bahwa kepadatan terjadi di sejumlah tempat. Makanya rekayasa arus lalu lintas dan sejumlah kebijakan lain yang ditempuh ditujukan untuk melihat kemampuan jalan untuk mengakomodir pengendara," kata Iwan, Rabu (11/5/2022).
BACA JUGA: Serba-Serbi Lebaran di Jogja, Umat Nonmuslim: Kami Ikutan Sibuk seperti Mau Natalan
Tidak hanya di ruas jalan utama, kondisi macet juga terjadi di sejumlah jalur menuju destinasi wisata. Iwan mencontohkan seperti di Gembira Loka Zoo. Di hari biasa saja, kondisi pengendara jalan di seputaran lokasi itu sudah cukup padat. Apalagi di masa libur Lebaran.
"GL Zoo itu punya akses jalan yang sangat kecil, satu jalur hanya ada dua lajur dan tanpa bahu jalan bahkan. Bayangkan saja bagaimana dengan situasi jalan di Jogja yang penduduknya statis kemudian ditambah kedatangan 3,9 juta," ungkapnya.
Menurut Iwan, antusiasme pengunjung untuk berwisata ke Jogja memang luar biasa. Misalnya saja di wilayah Gunungkidul. Kepadatan arus sangat panjang dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengurainya. "Saat H+1, H+2 dan H+3 jam 23.30 Wib malam baru bisa cair arusnya," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.