15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
DP3 Sleman melakukan pengawasan lalu lintas hewan di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping, Jumat (13/5/2022)/ist
Harianjogja.com, SLEMAN- Antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dilakukan Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman. Hingga kini di Sleman belum ditemukan kasus ternak yang terpapar PMK.
Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan saat ini belum ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan ternak di Sleman. Meski begitu, DPKP merespon cepat untuk pencegahan PMK dengan sejumlah kebijakan. "Kami sudah berkoordinsi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Balai Karantina Pertanian Yogyakarta, BBVet Wates, dan Kabupaten/kota lainnya di DIY," ujar Suparmono kepada Harian Jogja, Jumat (13/5/2022).
Selain membangun koordinasi, Dinas juga membentuk tim pengawasan lalu lintas hewan di Pasar Hewan Ambarketawang, Pasar Jangkang dan Pasar Nganggring. Tindak pencegahan juga dilakukan dengan memberikan KIE kepada peternak dan pedagang ternak untuk tidak memasukkan atau membeli ternak dari daerah wabah.
Dinas juga memberikan edukasi kepada kelompok ternak untuk mempercepat biosecurity kandang, kendaraan, sarana prasarana kandang dan orangnya. Dinas juga meminta kelompok ternak untuk melaporkan kepada petugas Puskeswan jika ditemukan ternak sakit dengan gejala mengarah kepada PMK.
Baca juga: Lalu Lintas Ternak di Lima Kapanewon di Gunungkidul Diawasi Ketat, Ini Penyebabnya
"Sebagai bagian sosialisasi dan edukasi, kami membuat flyer tentang PMK untuk sosialisasi PMK kepada masyarakat tentang PMK," ujarnya.
Tak hanya itu, pencegahan dilakukan dengan mengambil sampel daging khususnya daging impor di pasar modern seperti Transmart Jogja, Hartono Mall maupun Sleman City Hall. Sampel yang diambil kemudian diujikan PCR PMK di BBVet Wates.
"Kami sudah menyediakan obat untuk pengobatan suportif PMK dan desinfektan di Puskeswan dan petugas medis dan paramedis Puskeswan sudah siap untuk pelayanan dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK," ujar pria yang akrab disapa Pram tersebut.
Hingga kini, lanjut Pram, populasi ternak sapi potong di Sleman sebanyak 32.625 ekor, sapi perah 3.419 ekor, kerbau 189 ekor, kambing 23.802 ekor, domba 36.113 ekor dan babi 3.781 ekor. Adapun kelompok ternak yang terdata untuk sapi potong 624 kelompok, sapi perah 62 kelompok, kambing 72 kelompok, domba 60 kelompok dan babi 2 kelompok. Adapun Koperasi Peternak sapi perah di Sleman terdapat 3 Koperasi.
Untuk jumlah Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan di Sleman, kata Pram, tersebar di 14 lokasi baik di Moyudan, Godean, Gamping, Seyegan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Pakem, Turi, Ngemplak, Cangkringan, Berbah, Depok maupun Prambanan. "Tapi prinsipnya 17 kapanewon di Sleman itu dapat dilayani dengan 14 Puskeswan. Jumlah tenaga Medik Veteriner 20 orang dan jumlah tenaga Paramedik Veteriner 13 orang," paparnya.
Dia mengatakan, situasi terkini penyebaran PMK semakin meluas di beberapa kabupaten seperti Gresik, Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo dan Aceh Tamiang. Wilayah terdekat dengan Kabupaten Sleman yang sudah ditemukan positif PMK pada ternak sapi adalah Kabupaten Boyolali. "Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Sleman dan banyak sekali akses jalan ternak yang menghubungkan kedua wilayah ini sehingga resiko penyebaran ke Sleman sangat tinggi," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan Pemkab tengah mengawasi ketat masuknya sapi dari luar Sleman untuk mengantisipasi menularnya PMK. DP3 Sleman, kata Kustini, sudah diminta untuk membentuk tim gugus tugas tingkat Kabupaten dan Kapanewon. Tim ini salah satu tugasnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Propinsi DIY dan Balai Karantina Pertanian Yogyakarta untuk turun ke lapangan mengecek kondisi sapi pasar hewan dan mengawasi ketat keluar masuknya ternak di Sleman.
"Tim akan melakukan uji sampling terhadap hewan ternak yang keluar masuk ke Sleman. Sebagai bentuk antisipasi, Tim juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petugas teknis lapangan, pasar hewan, rumah potong hewan, koperasi peternakan, kelompok ternak, peternak dan pelaku usaha peternakan," imbuh Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.
Bugatti Tourbillon resmi meluncur sebagai penerus Chiron dengan mesin V16 8,3 liter, tenaga 1.800 PS, dan kecepatan hingga 445 km/jam.
Prabowo dan Gibran menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas, menampilkan parade kendaraan hias dan program prioritas pemerintah.
Kecelakaan di tikungan Telaga Wahyu, Magetan, melibatkan pikap L300 dan motor. Pikap terjun ke jurang 25 meter, satu orang terluka.
Donald Trump mengancam menyerang Oman jika mengganggu negosiasi AS-Iran dan mengklaim Washington memiliki saluran belakang dengan IRGC.