Advertisement
Tuding Kontraktor Pelaksana Proyek TPST Transisi Piyungan Bermasalah, Pria Ini Lapor ORI DIY

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Pengelolaan TPST Piyungan yang ke depan akan dibangun TPST Transisi dituding bermasalah karena menunjuk kontraktor yang dinilai inkompeten.
Hal ini diungkapkan oleh warga Kapanewon Kalasan, Andry Lesmono Bintoro, yang mengaku memantau proses persiapan pembangunan TPST Piyungan transisi. Atas keresahannya tersebut, ia melaporkan hal ini kepada Ombudsman RI DIY, Jumat (13/5/2022).
Advertisement
“Ada permasalahan dengan kontraktor yang akan membangun. Saya sebagai warga menghindari jangan sampai ada permasalahan lagi. Sudah cukup, sampah menumpuk. Jangan sampai kontraktor yang membangun tempat baru tidak qualified,” ujarnya, Jumat.
BACA JUGA: 5 Truk Sampah Sudah Uzur, DLH Sleman: Meski Tua Tetap Layak Jalan
Dia menuturkan berdasarkan informasi yang ia himpun, kontraktor pemenang tender pengerjaan TPST Transisi ini dalam penggalian batu salah satunya menggunakan peledakan yang nilainya hampir 30% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Menurutnya, metode peledakan harus dilakukan oleh perusahaan peledakan, bukan perusahaan konstruksi. Padahal, kontraktor tersebut tidak pernah mencantumkan perusahaan lain sebagai pendukung, yang artinya akan dikerjakan sendiri.
Persoalan lainnya, Andry mengaku telah melacak jika kontraktor tersebut juga memalsukan personel dan pengalaman kerja personel. “Kalau pengalaman dan personel dipalsu, kualitas pekerjanya bagaimana. Ini peledakan kalau salah yang roboh rumah warga,” ungkapnya.
Ketua ORI DIY, Budhi Masthuri, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini dengan meminta klarifikasi pada pihak-pihak terkait paling lambat minggu depan. “Piyungan sedang jadi atensi publik, jangan sampai tindakan yang jadi solusi malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Selain itu, ORI DIY juga akan meninjau lapangan. Hal ini diperlukan karena dalam laporan tersebut ada keterangan penggunaan metode peledakan. “Kalau dekat permukiman penduduk bagaimana resikonya itu harus jadi atensi serius,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement