Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN--Pengelolaan TPST Piyungan yang ke depan akan dibangun TPST Transisi dituding bermasalah karena menunjuk kontraktor yang dinilai inkompeten.
Hal ini diungkapkan oleh warga Kapanewon Kalasan, Andry Lesmono Bintoro, yang mengaku memantau proses persiapan pembangunan TPST Piyungan transisi. Atas keresahannya tersebut, ia melaporkan hal ini kepada Ombudsman RI DIY, Jumat (13/5/2022).
“Ada permasalahan dengan kontraktor yang akan membangun. Saya sebagai warga menghindari jangan sampai ada permasalahan lagi. Sudah cukup, sampah menumpuk. Jangan sampai kontraktor yang membangun tempat baru tidak qualified,” ujarnya, Jumat.
BACA JUGA: 5 Truk Sampah Sudah Uzur, DLH Sleman: Meski Tua Tetap Layak Jalan
Dia menuturkan berdasarkan informasi yang ia himpun, kontraktor pemenang tender pengerjaan TPST Transisi ini dalam penggalian batu salah satunya menggunakan peledakan yang nilainya hampir 30% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Menurutnya, metode peledakan harus dilakukan oleh perusahaan peledakan, bukan perusahaan konstruksi. Padahal, kontraktor tersebut tidak pernah mencantumkan perusahaan lain sebagai pendukung, yang artinya akan dikerjakan sendiri.
Persoalan lainnya, Andry mengaku telah melacak jika kontraktor tersebut juga memalsukan personel dan pengalaman kerja personel. “Kalau pengalaman dan personel dipalsu, kualitas pekerjanya bagaimana. Ini peledakan kalau salah yang roboh rumah warga,” ungkapnya.
Ketua ORI DIY, Budhi Masthuri, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini dengan meminta klarifikasi pada pihak-pihak terkait paling lambat minggu depan. “Piyungan sedang jadi atensi publik, jangan sampai tindakan yang jadi solusi malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Selain itu, ORI DIY juga akan meninjau lapangan. Hal ini diperlukan karena dalam laporan tersebut ada keterangan penggunaan metode peledakan. “Kalau dekat permukiman penduduk bagaimana resikonya itu harus jadi atensi serius,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
DJ mengalahkan dokter sebagai pekerjaan impian warga AS. Data Remitly: DJ 97.930 pencarian, dokter 79.860. Tantangan industri EDM & media sosial.
WhatsApp stop dukung iPhone 5s, Samsung Galaxy S4, dan 10 ponsel lawas lainnya. Syarat minimum naik September & November 2026. Cek daftar lengkapnya.
Semifinal Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026 memanas. Rodri minta Yamal tenang, Konate ogah terpancing provokasi. Laga diprediksi taktis & ketat.
Kenali 10 tanda gangguan kejiwaan yang sering diabaikan, mulai dari kecemasan berlebihan hingga pikiran bunuh diri. Deteksi dini penting untuk mencegah kondisi
emerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah di wilayahnya.