Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN--Pengelolaan TPST Piyungan yang ke depan akan dibangun TPST Transisi dituding bermasalah karena menunjuk kontraktor yang dinilai inkompeten.
Hal ini diungkapkan oleh warga Kapanewon Kalasan, Andry Lesmono Bintoro, yang mengaku memantau proses persiapan pembangunan TPST Piyungan transisi. Atas keresahannya tersebut, ia melaporkan hal ini kepada Ombudsman RI DIY, Jumat (13/5/2022).
“Ada permasalahan dengan kontraktor yang akan membangun. Saya sebagai warga menghindari jangan sampai ada permasalahan lagi. Sudah cukup, sampah menumpuk. Jangan sampai kontraktor yang membangun tempat baru tidak qualified,” ujarnya, Jumat.
BACA JUGA: 5 Truk Sampah Sudah Uzur, DLH Sleman: Meski Tua Tetap Layak Jalan
Dia menuturkan berdasarkan informasi yang ia himpun, kontraktor pemenang tender pengerjaan TPST Transisi ini dalam penggalian batu salah satunya menggunakan peledakan yang nilainya hampir 30% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Menurutnya, metode peledakan harus dilakukan oleh perusahaan peledakan, bukan perusahaan konstruksi. Padahal, kontraktor tersebut tidak pernah mencantumkan perusahaan lain sebagai pendukung, yang artinya akan dikerjakan sendiri.
Persoalan lainnya, Andry mengaku telah melacak jika kontraktor tersebut juga memalsukan personel dan pengalaman kerja personel. “Kalau pengalaman dan personel dipalsu, kualitas pekerjanya bagaimana. Ini peledakan kalau salah yang roboh rumah warga,” ungkapnya.
Ketua ORI DIY, Budhi Masthuri, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini dengan meminta klarifikasi pada pihak-pihak terkait paling lambat minggu depan. “Piyungan sedang jadi atensi publik, jangan sampai tindakan yang jadi solusi malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Selain itu, ORI DIY juga akan meninjau lapangan. Hal ini diperlukan karena dalam laporan tersebut ada keterangan penggunaan metode peledakan. “Kalau dekat permukiman penduduk bagaimana resikonya itu harus jadi atensi serius,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal Liga Champions 2026/2027 matchday 1, termasuk Real Madrid vs Inter Milan yang live SCTV pada Rabu 9 September pukul 02.00 WIB.
DPR menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara senilai Rp370,62 miliar melalui mekanisme lelang.
Pemkot Jogja menguji penutupan sirip Malioboro secara bertahap. Akses warga, difabel, dan lansia menjadi perhatian sebelum kebijakan diterapkan.
Polda DIY mengoperasikan water treatment di Tepus, Gunungkidul, untuk mengolah sumber air keruh menjadi air yang dapat digunakan masyarakat.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.