Advertisement

Sleman Gelar Malam Tirakatan sebagai Intropeksi Masa Lampau, Kini dan Masa Mendatang

Abdul Hamied Razak
Minggu, 15 Mei 2022 - 07:47 WIB
Budi Cahyana
Sleman Gelar Malam Tirakatan sebagai Intropeksi Masa Lampau, Kini dan Masa Mendatang Malam tirakatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Beran Tridadi, Sleman, Sabtu (14/5). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengadakan malam tirakatan memperingati Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Beran Tridadi, Sleman, Sabtu (14/5/2022) malam. 

Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud introspeksi diri dan ungkapan rasa syukur kepada pencipta.

Advertisement

Kegiatan malam tirakatan tersebut ditandai dengan kirab pusaka tombak Kyai Kanjeng Turunsih ke Pendopo Parasamya. Dalam kegiatan tersebut, lambang daerah dan sejumlah pusaka Kabupaten Sleman juga dihadirkan. Peserta malam tirakatan juga menyaksikan film dokumenter terkait sejarah berdirinya Kabupaten Sleman.

Malam tirakatan ini dihadiri oleh para pejabat di lingkungan pemerintahan Sleman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain di Pendopo Parasamnya, kegiatan tirakatan juga digelar di sejumlah kapanewon dan kalurahan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan tahun ini Kabupaten Sleman memasuki usia yang ke 106 tahun, tepatnya pada tanggal 15 Mei 2022. Di usia yang semakin bertambah ini, dia berharap Kabupaten Sleman tumbuh lebih baik dan masyarakat Sleman lebih sejahtera.

"Selain berdoa mendekatkan diri kepada Tuhan, kegiatan malam tirakatan untuk mengingatkan kembali sejarah perjalanan Kabupaten Sleman," kata Kustini di sela kegiatan, Sabtu (14/5/2022). 

Dia menjelaskan, Pemerintahan Kabupaten Sleman dibangun dengan landasan karakter Prasojo, welas asih, Sembada dan tambayatan. Karakter tersebut tergambar di dalam lambang daerah, Pusaka, maupun Slogan Kabupaten Sleman. "Peringatan hari jadi ini menjadi semangat untuk mewujudkan Sleman yang makmur, gemah ripah loh jinawi dan karta tata Raharja," katanya.

Ketua Umum Peringatan Hari Jadi, Aji Wulantara mengatakan peringatan Hari Jadi Ke-106 Sleman mengangkat tema 'Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah'. "Tema itu memiliki arti membangun Kabupaten Sleman bersama-sama dengan semangat dan bangkit pasca pandemi agar ekonomi bangkit dan kondisi sosial masyarakat segera pulih," katanya.

Aji menekankan, Sesarengan Mbangun Sleman ini menjadi bagian untuk mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sleman untuk membangun Sleman. Gumregah artinya semangat untuk menghadapi beragam persoalan yang ada. "Semua harus tetap semangat memulihkan keadaan, menciptakan lingkungan kehidupan yang lebih kondusif terkait dengan situasi yang masih dalam suasana pandemi," kata Aji.

Advertisement

Dia juga menjelaskan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan memperingati hari jadi Kabupaten Sleman. Seperti kegiatan baksos, stimulus rumah tidak layak huni.

Ada pula bantuan paket sembako dan pemberian tali asih dari APBD dan Baznas.

Selain itu, pelaksanaan doa syukur yang dipanjatkan dengan doa bersama sebagai bentuk kerukunan dan kebersamaan yang terjalin, menghargai kerukunan Sleman. "Setelah malam tirakatan digelar untuk intropeksi masa lampau, saat ini dan masa depan, besok (hari ini) digelar Rapat Paripurna di DPRD Sleman," katanya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bedhol projo dilakukan 15 Mei 2022 untuk mengingatkan proses perpindahan pusat pemerintahan di Ambarukmo menuju ke Beran. Kemudian upacara peringatan di Lapangan Pemda dengan jumlah peserta keseluruhan 500 orang.

"Semangat dalam Hari Jadi Ke-106 Sleman ini ialah gumregah menghadapi persoalan-persoalan Pemkab Sleman, tetap optimistis untuk menyelesaikan problematika yang dihadapi yang menjadi bagian dari dinamika pemerintahan," ujar Aji. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement