Advertisement

Begini Hasil Sementara Autopsi Pembunuhan Suami oleh Selingkuhan Istri di Kulonprogo

Anisatul Umah
Jum'at, 20 Mei 2022 - 11:07 WIB
Budi Cahyana
Begini Hasil Sementara Autopsi Pembunuhan Suami oleh Selingkuhan Istri di Kulonprogo Pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngede, Dusun Tangkisan III, Hargomulyo, Kamis (12/05/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO - Hasil autopsi sementara kasus pembunuhan suami oleh selingkuhan istri di Kulonprogo menemukan resapan darah akibat gegar otak. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Kulonprogo, IPTU I Nengah Jeffry.

Dia menjelaskan resapan darah ada di kepala bagian belakang, depan, dan dada. Dengan kondisi ini artinya memang ada benturan yang dialami korban.

"Secara lisan dari dokter forensik menyatakan ada resapan darah di kepala bagian belakang, depan, dan dada," ungkapnya kepada Harian Jogja, Jumat (20/5/2022).

Meski sudah ada hasil sementara, secara tersurat hasil autopsi belum disampaikan. Rata-rata dibutuhkan waktu sepekan untuk mendapatkan hasilnya.

"Memang ditemukan tanda benturan atau pukulan keras," jelasnya.

Menurutnya tidak ada penambahan tersangka dalam kasus ini, hanya SR alias K, 45. Sementara istri korban berstatus sebagai saksi. Pasal yang dikenakan juga masih sama yakni Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan diancam dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

"Hanya SR sebagai pelaku. Istri [korban] hanya saksi. Masih sama [pasal yang dikenakan]," tuturnya.

Proses pemeriksaan yang saat ini dilakukan, kata Jeffry, lebih fokus pada menyinkronkan hasil autopsi dan keterangan dari pelaku.

Sebelumnya, polisi membongkar makam Ngatiman alias Proyo, 38, pria yang tewas di tangan selingkuhan istrinya di Kulonprogo. Pembongkaran dilakukan Kamis, (12/5/2022) pagi.

Proses autopsi dilakukan oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda DIY. Lokasi pemakamannya berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngede, Dusun Tangkisan III, Hargomulyo, Kapanewon Kokap.

Advertisement

Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini, mengatakan meski sudah ada pengakuan dari saksi, keluarga, dan tersangka namun autopsi tetap dilakukan sebagai bukti ilmiah. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngede, Dusun Tangkisan III, Hargomulyo, Kamis (12/05/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement