Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peternak Gunungkidul tetap optimistis dengan keberlangsungan usaha peternakan meski dihantam berbagai kasus mulai dari antraks hingga penyakit mulut dan kuku. Usaha jual beli ternak diyakini tetap tinggi pada saat Iduladha.
Peternak sapi asal Bejiharjo, Karangmojo, Karnoto, mengatakan munculnya PMK pada hewan ternak menimbulkan rasa khawatir bagi para peternak. Meski demikian, ia yakin permintaan hewan kurban akan tetap tinggi.
“Di Gunungkidul belum ada temuan kasus penyakit mulut dan kuku. Tapi dampaknya sudah terlihat, karena ada penurunan harga sekitar Rp1 juta per ekornya,” katanya, Kamis (26/5/2022).
Meski belum ada temuan kasus PMK, tapi ia meyakini tidak sebahaya kasus antraks. Ia mengungkapkan munculnya antraks tiga tahun lalu berdampak terhadap penjualan hewan kurban.
Kondisi ini makin sulit dengan adanya pandemi Covid-19. Di waktu normal dia bisa menjual hingga 100 ekor sapi, tapi dalam dua tahun terakhir paling banyak hanya 70 ekor.
“Memang ada pengaruhnya. Tapi, saya sudah menyiapkan trik agar hewan kurban tetap laku,” katanya.
Karnoto mengungkapkan, trik khusus ini salah satunya memastikan kesehatan hewan yang akan dijual. “Ya kalau sehat, bisa langsung dijual. Tapi, kalau sakit tidak dijual dan harus diobati sampai sembuh,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengatakan pemantauan dan pengawasan terhadap potensi penyebaran PMK terhadap hewan ternak terus dilakukan. Selain pemantauan rutin ke pasar-pasar hewan, juga dilakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan seperti di Kapanewon Ngawen, Semin, Ponjong, Rongkop, dan Girisubo.
“Hingga sekarang belum ada temuan kasus di Gunungkidul,” kata Retno.
Menurut dia, ketiadaan kasus tak lantas membuat pengawasan menjadi mengendor. Pasalnya, upaya pencegahan terus dilakukan dan membutuhkan partisipasi aktif dari warga yang memiliki hewan ternak baik sapi maupun kambing.
Retno mengungkapkan, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan beberapa cara. Langkah paling aman dengan tidak mendatangkan hewan dari luar daerah. Selain itu, untuk memperkuat daya tahan tubuh pada hewan ternak, pemberian pakan harus diperhatikan dengan memberikan pasokan mencukupi dan juga ketersediaan nutrisinya.
“Kandungan gizi pada pakan harus benar-benar diperhatikan. Kalau ada ternak sakit segera laporkan ke mantri hewan terdekat,” katanya.
Dia menambahkan guna memaksimalkan pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan di lingkungan kandang. Upaya penyemprotan disinfektan juga sangat dibutuhkan agar lokasi kandang bebas dari potensi penyebaran penyakit.
“Penyemprotan bisa dilakukan setiap dua hari sekali. Caranya mudah dan tidak beda jauh dengan pencegahan untuk penyebaran virus Corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 17 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Kehadiran Speling memberinya kesempatan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya.
BMKG memprediksi cuaca DIY pada 17 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Berikut rincian prakiraan cuaca di lima wilayah Jogja.
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.