DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Pelaksanaan flasmob tari yang melibatkan 100 penari dan tamu undangan dalam rangka pembukaan pawai budaya untu memperingati Hari Jadi Gunungkidul ke-151, Minggu (29/5/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pawai budaya memperingatai Hari Jadi Ke-191 Gunungkidul dibuka dengan flashmob tari kolosal yang menceritakan babat alas nangka doyong sebagai cikal bakal Wonosari yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Gunungkidul. Atraksi ini tidak hanya diikuti 100 penari, tapi juga diikuti tamu undangan untuk ikut menari.
Beberapa undangan yang hadir di antaranya berasal dari Pemda DIY, Kabupaten Sleman, Kotamadya Semarang hingga perwakilan dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Adapun tari yang dibawakan merupakan tari kolosal Bagaskoro Sumingkar.
Tari ini menceritakan perjuangan Ki Demang Wonopawiro yang bekerja bersama-sama dengan masyarakat untuk membuka Alas Nongko Doyong. Hutan ini kemudian dikenal sebagai cikal bakal Kota Wonosari yang kemudian menjadi ibukota kabupaten.
Kepala Kundho Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, tari kolosal melibatkan pegiat seni di Gunungkidul. Di dalam pementesan juga mengajak tamu undangan untuk menari bersama.
“Para penari pentas terlebih dahulu. Setelah selesai, tamu undangan diajak untuk menari bersama,” kata Mantara kepada harianjogja.com, Minggu (29/5/2022).
Dia menjelaskan Pawai Budaya merupakan rangkaian peringatah Hari Jadi Ke-191 yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Kirab diselenggarakan untuk memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni budaya agar dapat menampilkan kemampuan dan ketrampilannya dalam berolah seni.
Selain itu, juga memberikan apresiasi bagi masyarakat agar lebih mencintai seni budaya. Adapun tujuannya dari kegiatan sebagai upaya melestarikan kesenian daerah sebagai khasanah budaya bangsa dalam menunjang Kebudayaan Nasional. Tak hanya itu, juga sebagai sarana meningkatkan fungsi kesenian daerah sebagai penangkal masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Total ada 16 grup seni budaya yang berpartisipasi dalam pawai yang berasal dari internal Gunungkidul, maupun perwakilan dari luar daerah. Mereka yang terlibat termasuk seniman dari Jakarta (TMII) dan Komunitas Jepang serta seniman Banyuwangi.
“Ini juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat karena sudah dua tahun tidak ada tontonan yang menanmpilkan seni budaya unggulan lokal dan seni budaya daerah lain,” kata Mantara.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan apresiasi atas terselenggaranya pawai budaya yang diselenggarakan pada Minggu siang. Menurut dia, apresiasi dari masyarakat sangat tinggi karena ribuan pasang mata menghadiri acara ini. “Selamat menikmati dan saya berpesan untuk tetap tertib hingga acara usai,” katanya.
Menurut dia, peringatan tahun ini mengambil tema Kridhaning Makarya. Sunaryanta mengatakan tema itu bermakna perlunya sinergi kerja keras antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Gunungkidul.
“Semua bisa dicapai secara bersama-sama dengan melalukan kerja keras. Ini yang dibutuhkan agar Gunungkidul bisa berkembang ke arah yang lebih baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026