Advertisement

PPDB SMP Jalur Zonasi di Bantul Mudah, Pemkab: Tak Ada Verifikasi Lapangan

Triyo Handoko
Senin, 30 Mei 2022 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
PPDB SMP Jalur Zonasi di Bantul Mudah, Pemkab: Tak Ada Verifikasi Lapangan Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7 - 2018).Harian Jogja/Uli febriarni

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul menyebut pemantauaan domisili calon siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP jalur zonasi dilakukan berdasarkan database kependudukan. Tren perpindahan penduduk menjelang PPDB pun tak signifikan.

Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi menyebut identifikasi berdasarkan KK dan KTP yang jadi acuan untuk menentukan zonasi siswa dalam PPDB. “Ini dilakukan sesuai koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” katanya, Senin (30/5/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Selain itu tak ada verivikasi lapangan yang dilakukan untuk memastikan domisili siswa. “Saat perpindahan penduduk juga tak ada verifikasi lapangan, yang terpenting syarat pindah penduduk lengkap,” ungkap Bambang. Syarat perpindahan penduduk, jelas Bambang, antara lain surat pengatar pindah domisili dari kelurahan, KK, dan surat kerelaan keluarga terkait yang akan menampung anggota baru jika yang berpindah adalah anak.

BACA JUGA: Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Pelajar SMP Asal Sleman yang Tewas Dianiaya di Bumijo

Tren perpindahan penduduk, kata Bambang, menjelang PPDB juga tak signifikan. “Kalau dulu awal diterapkan PPDB banyak sekali yang tiba-tiba pindah,” katanya. Sekarang pindah penduduk untuk mengejar PPDB, ujar Bambang, dilakukan setahun sebelum PPDB.

“Karena sekarang orang tua sudah tahu kalau mau mengejar PPDB maka pindahnya agak jauh-jauh hari paling tidak setahun sebelumnya,” jelas Bambang.

Sekarang permasalahan menjelang PPDB yang berkaitan dengan Dukcapil, kata Bambang, hanya sebatas NIK, No KK, atau identitas lain tak muncul dalam sistem PPDB. “Kalau begitu biasanya para orang tua baru ke Disdukcapil untuk mengurusnya,” tandasnya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement