Dinkes Gunungkidul Gencarkan Pelacakan TBC Targetkan 1.000 Kasus
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Ilustrasi seorang anak menonton televisi./Antara-Saiful Bahri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemerintah Pusat telah menggulirkan program migrasi dari TV analog ke digital. Ditargetkan di tahun ini seluruh masyarakat di Pulau Jawa sudah berpindah ke saluran TV digital.
Rencanaya pemerintah juga akan menyalurkan bantuan Set Top Box (STB) untuk menangkap siaran digital tersebut. Meski demikian, penyaluran bantuan di Gunungkidul masih membutuhkan koordinasi lanjutan.
BACA JUGA: Waduh! PMK di Gunungkidul Meluas, Stok Obat Hanya Cukup untuk 500 Ekor Ternak
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan, pada Jumat (3/6/2022) ada rapat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai pelaksanaan siaran TV digital. Selain itu, juga ada rencana bantuan STB guna mendukung penerimaan siaran sehingga dapat menikmati layanan ini.
“Ditargetkan tahun ini di Pualu Jawa sudah berpindah ke saluran TV digital,” katanya, Minggu (5/6/2022).
Menurut Wahyu, pelaksanaan program masih butuh pembahasan lanjutan, karena koordinasi awal baru sebatan pemaparan dan belum menyentuh ke pelaksanaan.
Dia mencontohkan, untuk bantuan STB belum ada pemaparan berapa yang akan diberikan ke masyarakat. Selain itu, jumlah alat yang disediakan juga belum diketahui.
“Nanti ada koordinasi lanjutan dan mudah-mudahan setelahnya ada kepastian terkait dengan pelaksanaan penyaluran maupun jumlah STB yang disediakan untuk Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: Waduh...Banyak Monyet Menyeberang di Jalur Pantai Gunungkidul, Pengendara Motor Hati-Hati
Terkait dengan data penerima, dia mengakui akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul dikarenakan penyaluran bantuan dikhususkan untuk keluarga miskin. Selain itu, juga membutuhkan peraturan yang menjadi dasar pelaksanaan.
“Tentunya kami akan koordinasikan dengan OPD terkait karena mereka yang punya data. Untuk pelaksanaan juga membutuhkan sosialisasi ke masyarakat,” katanya.
Salah seorang warga Dusun Plumbungan, Putat, Patuk, Gunawan mengatakan, sudah mendengar adanya program migrasi dari TV analog ke digital.
Hanya saja, dia mengakui selama ini tidak menggunakan siaran yang menggunakan antena UHF. “Untuk bisa menikmati siaran TV, saya harus menggunakan parabola. Jadi, apakah dengan menggunakan STB maka bisa menikmati siaran siaran TV, atau tetap menggunakan parabola,” katanya.
Menurut dia, pemancar TV lokasinya tidak jauh dari tempatnya tinggal karena tower-tower pemancar siaran banyak didirikan di Kalurahan Ngoro-oro. Namun lantaran kondisi geograsfis yang terhalang perbukitan, maka pemancarannya tidak maksimal.
“Makanya kami menggunakan parabola karena kalau menggunakan antena UHF, sinyalnya sulit dan siaran TV tidak ditangkap dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juni 2026 lengkap. Layanan SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station memudahkan perpanjangan SIM warga.
Jadwal KA Bandara YIA 6 Juni 2026 lengkap. Akses cepat ke Bandara YIA dari Jogja, solusi transportasi bebas macet.
Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Kanigoro.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 6 Juni 2026 lengkap. Transportasi andalan komuter cepat, murah, dan bebas macet.