Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi ternak. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kasus suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gunungkidul terus meluas. Total hingga Minggu (5/6/2022) sudah ada 148 ekor yang terindikasi penyakit yang menyerang hewan berkuku belah ini.
Bertambahnya dugaan kasus membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan harus memutar otak dikarenakan stok obat untuk penanganan sangat terbatas. Pasalnya, stok obat merupakan sisa yang digunakan untuk menangani antraks di Kapanewon Gedangsari dan Semanu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, PMK merupakan kasus yang tidak terduga sehingga tidak masuk dalam program kegiatan rutin. Oleh karenanya, pada saat ada indikasi penularan, maka upaya penanggulangan hanya menggunakan stok obat yang ada. “Kebetulan ada obat penanganan antraks, maka kami gunakan untuk menangani kasus PMK,” kata Retno, Minggu (5/6/2022) siang.
Meski demikian, ia mengakui, stok obat yang dimiliki tidak banyak karena hanya mampu untuk menangani sebanyak 500 ekor. Sedangkan jumlah suspek sudah ada sekita 148 ekor ternak.
“Harapannya tidak ada lonjakan. Sebab, satu ekor ternak yang sakit butuh pengobatan tiga sampai empat kali,” ujarnya.
Upaya menambah stok obat mulai dilakukan. Salah satunya mengakses anggaran mendahului perubahan yang ditetapkan melalui keputusan bupati. Hanya saja, Retno enggan memaparkan berapa kebutuhan pastinya karena berdalih apabila disesuaikan dengan populasi maka jumlahnya akan semakin besar.
BACA JUGA: Ini Kerugian yang Harus Ditanggung Publik Akibat Korupsi Izin Apartemen di Jogja
“Pergeseran anggaran ini penting untuk berjaga-jaga adanya lonjakan kasus. Apalagi juga tidak ada anggaran khsusu guna menangani masalah PMK,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari membenarkan bahwa penanganan PMK menggunakan stok obat antraks. Ia meminta kepada masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Petugas sedang berupaya keras melakukan upaya memutus rantai penyebaran penyakit ini.
Adapun cara yang dilakukan salah satunya melalui penutupan pasar hewan selama 14 hari dan sudah berlangsung sejak 2 Juni lalu. Menurut dia, penutupan sangat efektif guna mengurangi laju penularan. “Untuk pelaksanaanya bekerjasama dengan dinas perdagangan dan 11 pasar hewan di Gunungkdiul juga sudah ditutup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.