PPDB DIY 2022: Siswa Miskin Terdaftar di DTKS Otomatis Lolos Jika Kuota Cukup

Sunartono
Sunartono Senin, 06 Juni 2022 21:07 WIB
PPDB DIY 2022: Siswa Miskin Terdaftar di DTKS Otomatis Lolos Jika Kuota Cukup

Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni

Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY memastikan jalur siswa miskin sepenuhnya akan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022. Pendaftar yang berasal dari keluarga DTKS secara otomatis akan lolos jika kuota masih memenuhi.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan kuota PPDB untuk siswa miskin ada 20%. Syarat siswa yang mendaftar ini keluarganya harus terdaftar di data DTKS. Sehingga penggunaan surat keterangan tidak mampu yang baru diterbitkan tak bisa digunakan. Karena data kepala keluarga dari pendaftar di sistem akan dapat dikoneksikan langsung dengan DTKS.

"Itu siswa harus memiliki bukti bahwa dia masuk dalam daftar penanggulangan kemiskinan artinya terdaftar di DTKS. Secara sistem aplikasi kami terkoneksi dengan data DTKS, sehingga begitu memasukkan data siswa secara online kami bisa tahu apakah pendaftar ini termasuk DTKS atau tidak," katanya Senin (6/6/2022).

BACA JUGA: Sultan Mengaku Tak Tahu Menahu Perizinan Apartemen yang Menjerat Haryadi Suyuti

Secara umum persentase jalur PPDB SMA/SMK di DIY untuk zonasi 55 persen, afirmasi untuk siswa kurang mampu 20 persen, perpindahan tugas orangtua ke DIY 5 persen dan 20 persen untuk jalur prestasi.

Ia menambahkan pihak sekolah maupun Disdikpora DIY tidak akan melakukan survei ke lapangan untuk memastikan bahwa pendaftar yang terdaftar di DTKS itu benar-benar miskin atau hanya rekayasa. Jawatannya sepenuhnya menggunakan data tersebut karena diterbitkan oleh dinas lain yang berkompetensi dalam hal ini Dinas Sosial melalui koordinasi dengan level paling bawah di tingkat kelurahan.

"Kami percaya dengan data DTKS karena tentu selalu di-update oleh Dinsos. Kalau punya DTKS otomatis lolos ketika daya tampung itu tidak terlampaui. Tetapi jika kuotanya sudah penuh maka akan menggunakan alat seleksi berupa nilai gabungan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online