Advertisement

Optimalisasi Potensi Melalui Lomba Kalurahan dan Kelurahan

Media Digital
Selasa, 07 Juni 2022 - 07:37 WIB
Jumali
Optimalisasi Potensi Melalui Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tim juri (berbaju batik merah) saat melakukan klarifikasi lapangan di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Senin (6/6 - 2022). / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemda DIY melalui Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Bermas) Sekretariat Daerah (Setda) DIY menggelar lomba kalurahan dan kelurahan tingkat DIY.

Terdapat empat peserta kalurahan dan dua kelurahan yang mengikuti loba ini dan pemenangnya nanti akan diikutkan dalam ajang lomba yang sama tingkat Regional Jawa-Bali.

Keempat kalurahan yang terpilih dari masing-masing kabupaten untuk mengikuti lomba tingkat DIY, yakni, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Sleman; Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo; Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Gunungkidul Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul. Sementara dua kelurahan yang mengikuti lomba adalah Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Jogja; dan Kelurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo.

Kepala Biro Bermas Setda DIY, Sukamto mengatakan, lomba ini sudah dimulai sejak Mei lalu yang diawali dengan penyerahan dokumen administrasi dari masing-masing kalurahan dan kelurahan yang mengikuti lomba, kemudian paparan lurah terkait potensi di masing-masing kalurahan dan kelurahan.

Saat ini dalam proses klarifikasi lapangan oleh tim juri yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora); Dinas Koperasi dan UKM; Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK DIY, Biro Tata Pemerintahan (Tapem); Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terkait digitalisasi di kalurahan dan kelurahan desa.

“Setelah klarifikasi lapangan baru penilaian secara keseluruhan dengan bobot masing-masing dari administrasi 30 persen, paparan potensi kalurahan dan kelurahan 30 persen, dan klarifikasi lapangan memiliki bobot lebih tinggi, yakni 40 persen. Pemenang akan diumumkan akhir Juni atau awal Juli nanti melalui keputusan Gubernur DIY,” kata Sukamto, di sela-sela klarifikasi lapangan di Pendopo Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Senin (6/6/2022).

Menurut Sukamto perlombaan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi, mendorong dan memberi motivasi kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kalurahan beserta masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Selain itu juga untuk mengetahui capaian selama kurun waktu tertentu dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan,” papar Sukamto.

Ia berharap dengan perlombaan tersebut dapat menggugah warga dan perangkat kalurahan serta kelurahan untuk selalu giat dalam membangun, melakukan inovasi, termasuk juga meningkatkan pelayanan publik.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal mengatakan pemerintah kalurahan yang dipimpinnya bercita-cita menjadi kalurahan yang mandiri dengan konsep awal membuat jeneng sehingga mengundang orang atau wisatawan untuk datang.

Advertisement

Kalurahan Pleret ini salah satu peserta lomba kalurahan dan kelurahan tingkat DIY yang sebelumnya menang tingkat kapanewon dan tingkat kabupaten. Taufiq mengatakan ada potensi yang tidak dimiliki kalurahan lainnya, yakni potensi budaya dan warisan budaya, dimana Pleret pernah menjadi ibu kota kerajaan mataram dua kali di Dusun Kerto dan Pleret, kemudian ada sungai Segoroyoso, potensi situs budaya menjadi paket wisata keliling yang bisa mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.

“Bahkan saat pandemi Covid-19 ketika wisatawan lain tutup dan sepi kita justeru luar biasa tangguh dimasa pandemi, malah buka wisata sehingga indeks desa membangun kita cukup tinggi,” kata Taufiq. Selain itu pihaknya juga membuat digitalisasi sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengenali dan mengunjungi Pleret. Bahkan digitalisasi masuk dalam RPJMDes menjadi kalurahan digital yang mandiri, berbudaya, dan agamis.

Sebelum proses penilaian atau klarifikasi lapangan oleh 35 juri di 12 meja di Pendopo kaluraha Pleret, juga digelar seremoni yang dihadiri oleh Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/ Kelurahan dan Kapanewon/ Kemantren, Biro Tapem DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudonegoro; Kepala Biro Tapem DIY, Hari Edi; Bupati Bantul Abdul Halim Muslih; dan sejumlah kepala OPD tingkat DIY maupun Pemkab Bantul.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Ganjar Bilang Begini...

News
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement