Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi aktivitas jual beli hewan ternak di pasar hewan./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perdagangan Gunungkidul kembali membuka aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen mulai Minggu (12/6/2022). Sebelumnya, pasar ini ditutup selama sepuluh hari dikarenakan adanya dugaan temuan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dinas Pedagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan penutupan pasar hewan Siyono bukan dua pekan, tapi dua hari pasaran dalam penanggalan Jawa. Menurut dia, penutupan berlangsung sejak 2 Mei sehingga pada Minggu pagi sudah mulai dibuka.
“Yang tutup Wage tanggal 2 Juni dan Wage 7 Juni. Jadi hari ini sudah mulai dibuka,” kata Kelik kepada wartawan, Minggu siang.
BACA JUGA: Jangan Lupa, Besok Ada Fashion Show dalam Gua Rancang Kencana Gunungkidul
Dia menjelaskan, pembukaan Pasar Siyono telah melalui pertimbangan dan persiapan matang. Pasalnya, sudah ada proses sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan di area pasar. Selain itu, juga ada pemantauan terkait dengan perkembangan kasus suspek PMK.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Salah satu pertimbangan pembukaan karena melihat aspek perekonomian masyarakat,” katanya.
Dia menekankan, pembukaan di Pasar Siyono merupakan langkah awal karena sebelas pasar hewan lainnya juga akan dibuka secara bertahap. Adapun pembukaan disesuaikan dengan hari pasaran di masing-masing pasar.
Meski telah dibuka, Kelik memastikan upaya pengawasan terus dilakukan secara ketat. Ia tidak menampik di Pasar Hewan Siyono ada beberapa hewan yang tidak diperbolehkan masuk karena diduga sedang sakit.
“Pengecekan dilakukan. Salah satunya melalui pengecekan suhu hingga melihat kondisi pada bagian kuku dan mulut,” ujarnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, kewenangan pembukaan pasar hewan sepenuhnya berada di Dinas Perdagangan Gunungkidul. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dan meningkatkan pengawasan agar laju kasus dapat terkendali.
Menurut dia, hingga sekarang ada 180 sapi yang suspek PMK. Adapun yang dinyatakan positif sebanyak 22 ekor dan tujuh ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh. “Tutupnya memang hanya dua kali hari pasaran. Jadi 12 Juni, Pasar Hewan Siyono sudah dibuka lagi,” katanya.
Wibawanti menambahkan, lalu lintas ternak akan terus diperkat. Sebagai contoh, kendaraan pengangkut hewan harus melalui kolam dipping atau kolam disinfektan. Saat hewan diturunkan akan langsung dilakukan pemeriksaan.
“Ada yang sakit langsung disuruh pulang. Untuk ternak dari luar daerah harus membawa surat keterangan kesehatan hewan [SKKH],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.