Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Forum Pemantau Independen (Forpi) Jogja menemukan indikasi kecurangan dalam proses peneriman peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP di Kota Jogja.
Dugaan kecurangan itu antara lain, adanya siswa yang pindah domisili ke dekat lokasi sekolah, meski belum sampai setahun seperti yang disyaratkan dalam PPDB. Tujuannya agar yang bersangkutan lolos PPDB jalur zonasi. Jalur ini memprioritaskan calon siswa yang lokasi tempat tinggalnya paling dekat dengan sekolah. Temuan tersebut hasil dari kunjungan Forpi ke berbagai SMP.
“Kami menemukan di KK [kartu keluarga] tertulis dikeluarkan pada tanggal 27 Desember 2021. Seharusnya menurut aturan [PPDB], KK dikeluarkan paling singkat satu tahun untuk PPDB,” jelas Anggota Forpi Baharudin Kamba, Selasa (14/6/2022).
Sebelumnya, Forpi mengunjungi SMPN 5, SMPN 8 dan SMPN 10 Jogja. Dalam kunjungan tersebut Forpi mengambil sampel dokumen siswa yang sudah dinyatakan lolos sementara.
BACA JUGA: Hore! Jokowi Putuskan Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Kuota Dibatasi
Baharudin menjelaskan temuan lainnya adalah jarak terdekat siswa yang sudah dinyatakan lolos sementara hanya 13 meter dari sekolah. “Ini kami temukan di SMPN 8 Jogja, untuk itu kami minta Disdukcapil menelusuri lebih lanjut apakah benar domisilinya di situ,” ujarnya.
Di SMPN 5 Jogja, kata Baharudin, ada peserta didik yang sudah dinyatakan lolos sementara jarak rumahnya 500 meter dengan sekolah. “Padahal nilai ujian mereka tergolong rendah, bahkan ada yang total nilainya hanya 80,” katanya.
Untuk itu Baharudin mengingatkan orang tua peserta didik untuk tidak memaksakan memasukan anaknya ke sekolah favorit. “Kecuali dalam perjalanan proses belajar mengajar nantinya siswa tersebut tekun, rajin dan disiplin dalam belajar.” ujarnya.
Penjelasan yang diterima Baharudin dari SMPN 8 Jogja telah melakukan kunjungan ke rumah calon peserta didik sejak tahun lalu dan akan dilakukan lagi. “Temuan mereka [SMPN 8 Jogja] memang ada yang setelah dicek ternyata tempat tinggalnya di Gunungkidul dan Kulonprogo,” jelasnya.
Baharudin mengapresiasi langkah pengecekan dengan kunjungan rumah tersebut. “Itu bentuk kepedulian sekolah dengan calon siswanya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.