Kekurangan Guru di DIY Masih Jadi Sorotan, PGRI Temui Wagub
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN - Harga hewan ternak yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) turun drastis sekitar 50%-60% untuk sapi. Sementara untuk kambing penurunannya relatif tidak terlalu tinggi, yakni di kisaran 30%.
Peternak Domba Kambing Sleman dari Merapi Farm, Taufik Mawaddani mengatakan harga sapi yang biasanya Rp30 juta bisa turun sampai Rp10-12 juta. Bahkan jika ternaknya tidak bisa berdiri turunnya sampai di bawah Rp10 juta.
"Turunnya harga ternak PMK bisa 50%-60% beberapa kasus yang sudah terjadi di lapangan misalnya sapi," ujarnya kepada Harian Jogja ditemui di Merapi farm, Cangkringan, Jumat (17/06/2022).
Sementara untuk harga kambing menurutnya dari harga biasa Rp1 juta bisa turun hingga Rp600-700 ribu. Taufik mengatakan kasus PMK di area Sleman sudah banyak yang muncul. Jumlahnya sampai ribuan ekor.
Baca Juga: Kunjungi Kraton, Presiden Jerman Kagum dengan Lawung Ageng
"[harga] lebih stabil domba kambing, apalagi ada momentum kurban. Harganya ada kenaikan. Kasus PMK ini jadi peringatan yang luar biasa bagi peternak dan dinas terkait untuk mengurangi atau menghilangkan kasus di Sleman," jelasnya.
Dia menjelaskan kasus PMK tidak mungkin diselesaikan tanpa adanya kerjasama. Cangkringan dia sebut menjadi daerah penyuplai susu terbesar di DIY, oleh karena itu perlu kehatian-hatian dalam merawat ternak agar suplai bisa terjaga.
"Dan peternak tidak merasakan imbas yang negatif, karena PMK ini cukup menguras energi baik dari energi kita manusia merawat ternak dan juga dari sisi ekonomi, karena harga ternak yang terkena PMK turun drastis," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengajak untuk bersama-sama menanggulangi PMK. Jika terkena tidak perlu panik, semaksimal mungkin melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pengobatan sehingga tidak mengalami kerugian yang signifikan.
Berbagai upaya pencegahan juga sudah dilakukan seperti menyemprotkan desinfektan, memberikan vitamin agar imun dari ternak meningkat dan lainnya. Meski ada kasus PMK dia menyebut permintaan pada hewan ternak untuk Iduladha tidak mengalami penurunan.
"Tidak turun [permintaan] tapi suplai turun, karena traffic keluar masuk dibatasi. Ini akibat suplai turun harganya naik," ucapnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Suparmono menyampaikan untuk mencegah PMK ini pengawasan pada ternak diperketat. Kebanyakan kasus PMK berasal dari ternak luar daerah.
"Ternak harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan [SKKH] dari daerah asal," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.