HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). /Solopos.com-Ponco Suseno
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Kantor Wilayah BPN DIY, Suwito mengatakan untuk tahapan pengadaan lahan Tol Jogja Solo seksi 2 yang melewati Ring Road Utara baru dilaksanakan di tiga kalurahan.
Baik Satgas A maupun Satgas B sudah menyelesaikan proses identifikasi lahan di tiga kalurahan baik Kalurahan Tirtoadi, Tlogoadi maupun Trihanggo.
"Untuk ketiga kalurahan tersebut pengumuman [hasil identifikasi] sebagian besar sudah tinggal validasi. Tim appraisal juga sebagian sudah turun," kata Suwito, Jumat (17/6/2022).
BACA JUGA: Pemda DIY Dorong Pemberdayaan Ekonomi & Penguatan Moral Keluarga
Tim Panitia Pengadaan Tanah (TP2T) DIY untuk ruas jalan Tol Jogja Solo, lanjutnya, akan terus menyelesaikan setiap tahapan pengadaan lahan untuk seksi 2. Pasalnya seluruh lahan terdampak ditargetkan selesai dibebaskan tahun ini. "Target tahun ini selesai (pembebasan) kecuali tanah karakteristik khusus," katanya.
Meski pun begitu, Suwito belum dapat memastikan tahap lanjutan untuk proses identifikasi dan validasi lahan terdampak di kalurahan lainnya. Seperti Sariharjo, Condongcatur hingga Maguwoharjo. Alasannya sampai saat ini TP2T masih menunggu penyelesaian perubahan desain di Ring Road Utara tersebut.
"Kelanjutan proses pengadaan tanah dari Kronggahan (Trihanggo) ke Maguwoharjo (Depok) masih tertunda. Saya belum tahu kapan karena saat ini masih dilakukan revisi trase, ada perubahan desain yang dilakukan," katanya.
Bila revisi trase belum selesai, katanya, kelanjutan pengadaan lahan untuk seksi 2 juga belum dapat dipastikan. Sebab perubahan trase ataupun desain akan berdampak pada jumlah lahan yang dibutuhkan. "Saya belum tahu hasil dari revisi (trase/design) itu seperti apa. Kalau sudah selesai, maka kelanjutan pengadaan lahan di Seksi 2 bisa dilakukan," katanya.
Disinggung perkembangan untuk Seksi 3, Suwito menjelaskan saat ini masih menunggu proses penetapan lokasi dari Pemda DIY dan kesesuaian tata ruang dari Kementerian ATR. "Semoga bisa segera ditetapkan tahun ini. Apalagi secara umum warga terdampak sangat berharap mendapat ganti kerugian dari pembangunan jalan tol ini," katanya.
Sebelumnya, PPK Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo wilayah DIY, Dian Hardiyansyah mengatakan pihaknya masih menunggu penyelesaian perubahan desain di seksi 2 yang membentang dari Maguwoharjo (Depok) hingga Tirtoadi (Mlati). Perubahan desain tersebut terjadi di titik perempatan Monjali yang menurun dan di Maguwoharjo.
Dian mengaku belum mengetahui luas lahan yang dibutuhkan untuk seksi 2. Perubahan luas lahan baru dapat diketahui setelah perubahan desain dilakukan. "Tapi kami belum bisa berkomentar soal itu. Bukan ranah kami, karena itu ranah perencanaan. Kami fokus ke pengadaan tanah. Nanti kalau sudah final desainnya, tentu akan kami sampaikan," katanya, Kamis (16/6/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Ganti rugi pengadaan tanah Tol Solo-Jogja di Sleman mencapai Rp19,5 miliar untuk 11 objek di Moyudan dan Gamping.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
SAPMA Pemuda Pancasila DIY bersama BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Nglipar.
Mataram Legacy Run digelar 22 November 2026 di Kotagede, mengajak pelari menyusuri kawasan bersejarah sambil menikmati kuliner dan kerajinan lokal.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.