Kontrak 3.335 PPPK Paruh Waktu Bantul Diperpanjang, DPRD Minta Presensi Dievaluasi
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Ilustrasi PPDB./Antara-Yusuf Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA—Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri di Kota Jogja memasuki hari terakhir pada Rabu (22/6/2022) dan nilai asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASDP) sudah terlihat.
Tahapan verifikasi berkas untuk jalur zonasi mutu, afirmasi, KMS dan luar kota berakhir pada pukul 14.00 WIB.
BACA JUGA: 328 SD di Gunungkidul Kekurangan Murid, 2 SD Tak Dapat Murid Baru
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Asrori mengatakan sampai dengan pukul 12.30 WIB, nilai ASPD yang masuk secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.
“Kelihatannya sudah tidak banyak berubah pada jam-jam ini, tapi saya tidak tahu juga nilai passing grade lebih rendah atu lebih tinggi dibanding tahun lalu, nanti baru kami cermati setelah jam dua siang,” kata dia.
Hingga pukul 12.30 WIB, nilai ASPD terendah di suatu sekolah terdapat di SMP Negeri 14 Kota Jogja dengan angka 170,28. Sementara, nilai tertinggi berada di SMP Negeri 5 Kota Jogja dengan angka 260 dan SMP Negeri 8 Kota Jogja dengan nilai 250.
“Dibanding tahun lalu paling prediksinya naik sedikit. Kalau sampai sekarang itu paling rendah dan tinggi. Tapi kan enggak mungkin turun kalau enggak ada yang menarik berkas,” kata Budi.
Dia belum bisa memastikan kenaikan nilai ASPD tahun ini akan membuat persaingan masuk ke SMP negeri akan semakin ketat. Sebab, menurut Budi, masuknya murid ke suatu sekolah ditentukan oleh dua indikator penting.
“Kalau mendaftar itu dasarnya adalah bagaimana komposisi dari tiap sekolah nilai terendah seperti apa, kedua bagaimana rentang tahun kemarin dan rentang tahun ini seperti apa, itu yang jadi acuan,” kata dia.
BACA JUGA: Desain Tol Jogja dari dari Maguwo hingga Tirtoadi Berubah, Ini Penjelasan Pemda
Pada hari terakhir PPDB jenjang SMPN ini pun pelaksanaannya tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu ramai oleh orang tua dan calon murid. Hal ini disebabkan sosialisasi telah dilakukan dengan seoptinal mungkin sehingga berdampak pada pemilihan sekolah yang tepat.
“Sekolah kelihatan sepi-sepi saja sejak tadi pagi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.
Rupiah hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi melemah ke kisaran Rp17.910–Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan geopolitik dan kebijakan The Fed.
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Psikolog Rose Mini membagikan kiat menghadapi perbedaan pola asuh antara orang tua dan kakek-nenek demi memenuhi kebutuhan anak.