PKB Bantul Kukuhkan Pengurus DPAC, Bidik Program Kerja Terukur hingga 2031
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja mengklaim akan menegur sekolah yang kedapatan melakukan praktik jual beli seragam kepada murid. Dinas menyebut bahwa hal itu jelas dilarang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Dalam pemantauan dan informasi yang masuk kepada tim pemantau PPDB Ombudsman RI DIY saat memasuki jadwal pendaftaran ulang, masih ditemukan praktik penjualan seragam atau bahan seragam oleh sekolah juga madrasah yang dikemas sedemikian rupa dengan berbagai cara. Ada tiga sekolah yang ditemui melakukan praktik itu yakni SMPN 5 Jogja, SMPN 8 Jogja, SMPN 12 Jogja.
BACA JUGA: Solusi Cegah Terulangnya Kerusuhan Babarsari, Pemkab Sleman: Ada Kasus, Paguyuban yang Turun Tangan
Padahal pada PP No. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan disebut bahwa pendidik dan tenaga kependidikan dilarang untuk menjual seragam ataupun bahan seragam. Demikian juga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah atau Madrasah.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, pihaknya akan menegur sekolah yang kedapatan melakukan praktik jual beli seragam kepada murid. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar praktik itu tidak lagi terulang.
"Kita tegur sekolah yang pasti dan memperingatkan sekolah yang jelas. Kita minta untuk menyesuaikan dengan PP itu," katanya, Kamis (7/7/2022).
Budi menyebut, sekolah diminta untuk mengembalikan uang seragam kepada orang tua yang keberatan. "Kalau hal itu terjadi dan orang tua pengen narik ga jadi disitu ya kita minta untuk kembalikan saja uangnya dari sekolah, kalau memang misalnya orang tua keberatan dan sudah terlanjur, ya orang tua ga masalah ga jadi beli disitu dan kita juga koordinasi ke sekolah jangan diulangi yang begitu," jelasnya.
Dia mengklaim bahwa, pihaknya sudah kerap kali melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah untuk melaksanakan aturan yang tertuang dalam PP No. 17/2010. Oleh karenanya, dia menyebut bahwa temuan itu nantinya akan dijadikan bahan evaluasi agar manajemen sekolah semakin optimal.
"Kita sebenarnya sudah mengundang seluruh sekolah untuk jangan sampai ada hal seperti itu, semuanya sudah kita undang dan beritahu. Yang jelas sosialisasi sudah lama dan kita juga memperbaiki manajemen sekolah sesuai dengan kebutuhan yang ada," ungkapnya.
Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Jogja, Arina Budiastuti membantah melakukan pemungutan uang seragam kepada murid di tahun ajaran baru ini. Pihaknya juga menyebut bahwa laporan yang diterima oleh ORI DIY itu tidak berdasar. "Tidak hanya tidak memaksa karena memang SMPN 5 tidak menjual seragam. Laporan itu jelas tidak berdasar," kata dia.
Bahkan, Arina mengklaim bahwa pihaknya melakukan aksi sosial dengan membagikan seragam layak pakai kepada murid baru dari seragan murid yang telah lulus. "Seragam ini bermanfaat bagi sekolah karena sering ada siswa yang harus meminjam saat proses pembelajaran, dikarenakan seragamnya terkena tinta, tersiram air saat praktik memasak, ataupun kejadian lainnya," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
Email palsu berkedok undangan wawancara dapat menyebarkan malware dan mencuri data. Kenali ciri-cirinya serta empat langkah untuk menghindarinya.
My Chemical Romance berencana menggarap album baru pada 2027 dan kemungkinan absen dari panggung sepanjang tahun sebelum kembali pada 2028.
KPK membuka peluang menghadirkan Ahmad Dhani sebagai saksi kasus dugaan korupsi Bea Cukai jika majelis hakim memerintahkannya.
Claude Code diklaim menemukan 214.856 file thumbnail di Google Pixel meski foto aslinya telah dihapus. Simak risiko privasi dan cara melindunginya.
Shania Twain mengenang masa sulit saat mengawali karier, mulai dari demam panggung, tampil di bar hingga menghadapi seksisme.