Advertisement

Wahai Perempuan, Percaya dengan Mitos-Mitos Jawa Ini?

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 08 Juli 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Wahai Perempuan, Percaya dengan Mitos-Mitos Jawa Ini? Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Hingga kini masyarakat Jawa masih meyakini adanya mitos, terlebih yang berhubungan dengan perempuan. Mitos-mitos tersebut biasanya berhubungan dengan larangan yang masih dipercaya secara turun-temurun.

Orang Jawa menyebutnya dengan gugon tuhon. Gugon tuhon merupakan tradisi lisan yang niasanya berisi larangan atau pantangan dari orang tua untuk anak cucunya. 

Berikut ini mitos-mitos yang menyangkut perempuan Jawa. Boleh diyakini atau tidak, tetapi beberapa mitos bisa dicerna secara logika.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

1. Aja lungguh ing ngarep lawang, mundhak wong sing nglamar mbalik (Jangan duduk di depan pintu agar orang yang mau melamar tidak pergi lagi). 

Mitos ini bertujuan agar seorang perempuan mudah mendapatkan pasangan hidup. Namun jika dilogika, duduk di depan pintu bisa memang bisa menghalangi orang yang akan lewat atau masuk.

2. Yen nyapu kudu resik kareben oleh jodo ora brewokan (Jika menyapu harus bersih agar dapat suami yang tidak brewok.

Harapan baik dari gugon tuhon ini adalah agar seorang wanita mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan pasangan yang tampan dan tidak buruk rupa. Namun secara logika, mitos ini bisa dimaknai agar seorang wanita mau menjaga kebersihan. 

3. Bocah wadon aja lungguh jegang, ora ilok (Anak gadis tidak baik duduk dengan menekuk kaki ke atas, tidak elok).

Nilai positifnya dari pesan di atas adalah agar wanita menjaga dirinya dan menghindarkannya dari perbuatan yang memalukan diri dan keluarganya. Wanita perlu berpenampilan secara sopan.

4. Aja mateni kewan, mundhak bayine lahir kaya kewan (Jangan membunuh hewan, nanti bayi yang lahir sama seperti hewan)

Bayi yang lahir seperti binatang hanya karena ibunya membunuh binatang mustahil terjadi. Mitos itu hanya ingin memberikan pesan agar seorang ibu sayang terhadap ciptaan Tuhan. 

5. Bocah wadon uwis prawan, yen surup aja dolan mengko diculik demit (Anak gadis tidak baik pergi ke luar rumah menjelang malam karena dipercaya akan diganggu oleh makhluk halus).

Logikanya, wanita yang keluar menjelang malam bisa dikhawatirkan akan digoda laki-laki. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement