Advertisement

PMK di Bantul tembus 2.793 Kasus, Ini 3 Kapanewon Terparah

Lugas Subarkah
Selasa, 12 Juli 2022 - 18:17 WIB
Arief Junianto
PMK di Bantul tembus 2.793 Kasus, Ini 3 Kapanewon Terparah Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL -- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bantul terus bertambah.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul mencatat per Senin (11/7/2022), total ternak yang positif PMK sebanyak 2.793 kasus yang telah tersebar di seluruh kapanewon di Bumi Projotamansari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo menjelaskan rincian ternak yang terkena PMK yakni sapi 2.544 kasus, kerbau tujuh kasus, kambing 24 kasus dan domba 218 kasus.

BACA JUGA: 6 Bulan, Ada Ratusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bantul, Pelakunya Orang Terdekat

Dia menjelaskan, Kapanewon Pleret masih menjadi wilayah tertinggi dengan kasus PMK yakni sebanyak 960 kasus. “Lalu Pundong 491 kasus dan Imogiri 229 kasus,” ujarnya, Selasa (12/7/2022).

Dari total kasus tersebut, ternak yang mati tercatat sebanyak 15 kasus dan dipotong paksa sebanyak 76 kasus, yang semuanya merupakan sapi. Ternak yang dipotong paksa ini merupakan kasus PMK yang belum mati tapi dipotong dengan catatan jeroan, kepala dan kakinya dikubur.

Kemudian ternak sembuh sebanyak 713 kasus yang terdiri dari 144 domba dan 569 sapi. Sementara vaksin yang telah diberikan yakni sebanyak 300 dosis. Vaksin belum merata diberikan di semua kapanewon melainkan baru di Bambanglipuro, Bantul, Kasihan, Pajangan, Pandak, Sanden, Sedayu dan Srandakan.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement