Advertisement

Pemenang Sayembara JPG Didominasi Anak Muda, Sultan HB X: Karyanya Sangat Inspiratif

Sunartono
Rabu, 13 Juli 2022 - 05:27 WIB
Sirojul Khafid
Pemenang Sayembara JPG Didominasi Anak Muda, Sultan HB X: Karyanya Sangat Inspiratif Sri Sultan HB X melihat salah satu karya terbaik Sayembara Desain JPG di Kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (12/7/2022). - Ist/Pemda DIY.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemenang sayembara desain pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) Malioboro diumumkan secara resmi di Kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (12/7/2022). Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menilai karya yang dihasilkan sangat inspiratif. Adapun para pemenang didominasi anak muda milenial dengan karya yang sejalan dengan filosofi hamemayu hayuning bawana.

Pemenang tiga besar ini terdiri atas Juara Pertama yang berasal dari Perum Calista Karya Indah Denpasar, Bali terdiri atas Indira Oditya Sari, Benedictus Donny Mahardika, Rendianto Agustinus Purwanto dan Haidar Majid Dinutanayo. Kemudian Juara Kedua berasal dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tim ini terdiri atas Himawan Prakoso, Muhammad Adriansyah, Yeni Setiawan Kurnianto dan Dwi Siswi Hariyani. Sedangkan Juara Ketiga Gede Windu Laskara, Tjokorda Gede Dalem Suparsa, I Made Agung Mas Surianta dan I Komang Adi Wedana.

Sri Sultan HB X mengapresiasi pelaksanaan sayembara desain JPG yang telah menghasilkan karya terbaik. Tiga pemenang tersebut akan melakukan komunikasi dengan Dinas PU ESDM DIY terkait kesediaannya ke depan ikut serta dalam proses perencanaan JPG. Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menilai karya tersebut sangat inspiratif dan memang layak menjadi yang terbaik.

“Memang karya ini sangat menginspirasi, sekarang hanya bagaimana dari tiga karya itu bisa terwujud lebih utuh, karena itu yang terbaik dari desain karya yang ada. Biar diberikan ruang dulu sama Ibu Kepala Dinas untuk rembugan bagaimana menyatukan visi di antara mereka,” kata Sultan di sela-sela pengumuman pemenang Sayembara Desain JPG di Kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (12/7/2022).

BACA JUGA: Duh, Belasan Angkutan Umum Kena Razia Dishub Jogja

Sultan HB X berharap tim yang menjadi juara pertama nanti bisa menjadi leader dalam menkonsolidasikan potensi yang ada untuk merencanakan desain JPG yang lebih utuh. Agar ke depan gambar dan pembangunan hasilnya sesuai dengan harapan banyak pihak. Akan tetapi Sultan HB X tidak menghendaki jika dari karya yang dibikin ketiga tim juara ini hanya sekadar diambil masing-masing kemudian dijadikan satu. Melainkan lebih dari itu semua anggota tim juara diharapkan ikut berkontribusi lewat idenya untuk bersinergi merencanakan desain JPG.

“Saya tidak mau kalau dari gambar [para pemenang] itu nanti cuma ini diambil, ini diambil itu malah gambarnya rusak. Jadi kalau ada ide baru itu silahkan bisa saja itu terjadi, yang penting yang mengerjakan pola pikirnya dari pemenang itu bisa membangun sinergi bersama untuk menciptakan. Harapan saya JPG ini menjadi landmark budaya Jogja sebagai suatu bentuk bangunan baru,” katanya.

Ketua Panitia Sayembara JPG, Ahmad Syaifudin Mutaqi, menjelaskan ketiga karya terbaik itu semua sudah sejalan kearifan lokal Jogja dan membawa spirit hamemayu hayuning bawana. Kelebihan ketiga karya terkait dengan kearifan lokal itu itu menjadi poin penting karena menghadirkan sesuatu di ruang cagar budaya memang tidak mudah. Selain itu tim terbaik mampu menghadirkan konstekstual lokasi yang akan dibangun dengan beragam kondisi sosialnya.

“Tetapi ada satu yang menonjol sebagai juara. Menonjol dalam arti arsitektur itu holistik tidak parsial, secara utuh memenuhi kaidah yang diharapkan termasuk menjawab persoalan fungsional. Berikutnya tentu mempertimbangkan banyak hal berkaitan dengan kehadiran JPG sebagai kehijauan di tengah kota. Ini spirit positif hamemayu hayuning bawana menjadi karya itu bukan sesuatu lepas dari ruang konteksnya,” katanya.

BACA JUGA: Terbaru, Jembatan Srandakan III di Atas Sungai Progo Jadi Pelengkap Keindahan Jalur Pansela, Ini Bocoran Desainnya

Advertisement

Ia mengatakan karya desain yang disayembarakan ini merupakan konsep dasar arsitektur JPG atau skematik desain. Tentu karya tersebut akan mengalami pengembangan desain ketika sudah masuk pada tahap berikutnya yaitu design development. Namun tidak keluar dari konsep yang ditetapkan sehingga antara karya juara pertama, kedua dan ketiga bisa saling menguatkan. “Pastinya yang dominan adalah juara pertama,” ujar Ketua Kehormatan IAI DIY yang juga Dosen Arsitektur UII ini.

Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menambahkan ketiga pemenang akan diikutsertakan dalam penyusunan DED JPG Malioboro sehingga bisa saling melengkapi. Idenya sangat menarik meski sebagian besar di antara mereka dari kalangan anak muda atau milenial. Ia belum dapat memastikan perkiraan anggaran yang dibutuhkan karena saat ini tahapannya masih sangat awal.

“Kalau bentuk fisik, perhitungannya bukan jumlah lantai tetapi ketinggian bangunan, di aturan main sumbu filosofi ada 45 derajat kriteria itu dianggap kriteria teknis yang sudah pasti memenuhi kondisi lingkungan yang ada,” ucapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi, Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement