Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Kasus Covid-19 di Sleman dan sejumlah daerah di DIY melonjak dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian lonjakan kasus ini diprediksi tidak akan akan signifikan karena kekebalan tubuh masyarakat sudah lebih baik dengan vaksinasi.
Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama mengatakan kekebalan tubuh masyarakat di Sleman atau DIY pada umumnya sudah lebih baik jika dibandingkan saat masuknya varian delta dan omicron.
"Itu menyebabkan tidak akan setinggi kemarin, tapi kalau naik ya pasti akan naik. Dari dulu juga diperkirakan ketika ada varian yang berbeda pasti akan naik," ucapnya saat dihubungi, Kamis (21/7/2022).
Meski naik tapi pasien yang akan butuh perawatan di rumah sakit dan meninggal dunia tidak akan terlalu banyak. Masyarakat yang positif Covid-19 akan lebih banyak menjalani isolasi mandiri atau terpadu.
"Vaksin tidak bisa mencegah infeksi tapi mencegah keparahan. Jadi kasus naik memang wajar. Karena masyarakat sudah mulai aktivitas seperti semula ketemu orang," jelasnya.
Kenaikan kasus di Sleman atau DIY pada umumnya terjadi karena kemarin baru ada libur sekolah dan banyak wisatawan yang datang ke Jogja. Sehingga wajar terjadi kenaikan kasus. Selain libur sekolah, lonjakan kasus ini juga disebabkan adanya varian baru.
Dia menjelaskan lonjakan kasus diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan, meski tidak bisa dipastikan. Hal ini akan tergantung dari masyarakat, apakah masih taat pada protokol kesehatan atau tidak.
Meski ada kenaikan, tapi menurutnya tidak perlu ada peningkatan level pembatasan. Mestinya yang didorong adalah vaksinasi sampai dosis ketiga atau booster.
BACA JUGA: Keluarga: Ada Sayatan di Tubuh Jenazah Brigadir J, Kuku Kaki Juga Dicabut
"Masyarakat diingatkan lagi 3M [memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan], kalau masyarakat sakit ya jangan dipaksakan masuk, kalau tidak bisa isolasi mandiri ya isolasi terpusat, jika itu dilakukan tidak perlu PPKM," ucapnya.
Pemerintah telah mensyaratkan booster untuk pelaku perjalanan sejak 17 Juli 2022 lalu. Dia berharap dengan langkah ini akan semakin mendorong masyarakat untuk vaksin booster.
"Upaya [dorong vaksin booster] perlu ditingkatkan lagi, masyarakat menganggap dosis dua sudah aman. Sebaiknya booster, terbukti meningkatkan imun," pintanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati menyampaikan capaian vaksinasi per 20 Juli 2022 untuk booster baru 38,86%. Sementara vaksin dosis satu 101,3%, vaksin dosis dua 94,1%.
Dia menjelaskan ada beberapa kendala sehingga capaian vaksinasi di Sleman belum maksimal. Di antaranya rendahnya animo masyarakat, belum ada kesadaran masyarakat bahwa booster adalah kebutuhan.
"Masyarakat merasa sudah cukup dengan vaksin satu dan dua. Perlu adanya mobilisasi warga dari yang berwenang secara kewilayahan," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango di Sukabumi mengembangkan wisata alam, produk lokal, UMKM, dan pengelolaan lingkungan berbasis potensi desa.
Pemerintah memastikan cadangan BBM berada di standar minimal 18–21 hari dan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Nguyen Quang Hai absen membela Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera pergelangan kaki. Kim Sang-sik memanggil Minh Khoa.