Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Perwakilan warga Pedukuhan Mulekan 2 saat mendatangi kantor Kalurahan Tirtosari, Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL -- Puluhan warga Pedukuhan Mulekan 2, Kalurahan Tirtosari, Kapanewon Kretek, Bantul mendatangi kantor kelurahan setempat. Mereka menuntut lurah untuk mencopot jabatan kepala dusun atau dukuh Mulekan 2 karena dianggap tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal.
Salah satu warga Dusun Mulekan 2, sekaligus koordinator aksi, Martinus Edi Suwartono mengatakan sebagian besar warga Mulekan 2 menuntut kepala dusun setempat untuk dicopot dari jabatannya karena dianggap kurang bersosialisasi dengan warga.
“Tidak pernah menghadiri acara sosial warga mulai dari melayat, gotong royong hingga kenduri bahkan sampai dikeluhan warga yang kehilangan pisang dijawab bukan urasan dukuh,” katanya, Kamis (21/7/2022).
BACA JUGA: Konferensi Internasional UMY: Improvisasi Harus Dilakukan untuk Memelihara Sumber Daya Manusia
Pihaknya sudah menyampaikan surat kepada lurah Tirtosari terkait dengan kinerja dari Kepala Dusun Mulekan 2 tersebut sekitar sebulan yang lalu tetapi sampai aksi damai dilakukan belum ada respons. Bahkan kinerja kepala dukuh tersebut juga dinilai warga tidak ada perubahan.
Warga ingin mendengar langsung jawaban dari Lurah Tirtosari terkait dengan surat yang dikirim warga yang mendesak agar dukuh Mulekan dicopot dari jabatannya karena tidak bisa melaksanakan tugas dan fungsinya.
“Kami minta penjelasan dan tindak lanjut atas aspirasi warga yang disampaikan kepada lurah Tirtosari dalam bentuk surat yang dikirim warga satu bulan yang lalu,” tandasnya.
Lurah Tirtosari, Longgar mengaku sudah menindaklanjuti surat dari warga Mulekan 2 dengan memanggil Kepala Dukuh Mulekan dan disaksikan oleh perangkat kalurahan untuk melakukan pembinaan atau peringatan secara lisan yang tujuannya agar dukuh Mulekan memperbaiki kinerjanya.
“Sudah saya beri peringatan lisan agar dukuh Mulekan memperbaiki kinerjanya dan minta kepada dukuh Mulekan untuk melaporkan setiap kerjanya kepada saya,” kata Longgar.
Menurutnya, sesuai dengan aturan jika ada permasalahan dengan perangkat kalurahan maka tahapannya adalah pemberian peringatan secara lisan, peringatan secara tertulis pertama hingga ketiga, dan itu sudah dilakukannya. Pihaknya tidak gegabah langsung memecat Kepala Dukuh tersebut.
“Saya tidak bisa langsung memecat Kepala Dukuh Mulekan 2 seperti keinginan warga karena harus bertindak sesuai dengan aturan,” katanya.
Kepala Dukuh Mulekan 2, Retno Patmoko yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kinerja yang selama ini belum maksimal. Dia pun berjanji akan memperbaiki kinerjanya untuk bisa memajukan dan menyejaterahkan warga Mulekan 2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Imigrasi memanfaatkan I-GHAS 24/7 yang terhubung ke 196 negara untuk mempercepat deteksi buronan internasional di perbatasan.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko menegaskan dukungan kepada Bahlil Lahadalia dan meminta kader tidak terpengaruh isu Munaslub.
Profil Tito Karnavian, mulai dari pendidikan, perjalanan karier di Polri, prestasi sebagai Kapolri, hingga kontroversi sebelum menjadi Mendagri.
Polda DIY menyita 6.182 botol miras ilegal dan membongkar empat industri rumahan miras oplosan di Bantul.
CPNS 2026 direncanakan dibuka November. Simak informasi jadwal pendaftaran, perkiraan 160.000 formasi, dan syarat umum seleksi.