Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Monkeypox atau cacar monyet./Foto-CDC
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan DIY turut melakukan antisipasi untuk mencegah kemungkinan adanya cacar monyet atau monkey pox di wilayah DIY. Selain meminta masyarakat segera mendatangi fasyankes ketika ada gejala, Dinkes juga melakukan pencermatan data laporan setiap layanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Setyarini Hestu Lestari menjelaskan salah satu gejala umum pada cacar monyet adalah ruam pada tubuh. Oleh karena itu ia mengimbau kepada seluruh warga DIY agar segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit ketika ada ruam di tubuh.
“Gejala awalnya memang ruam seperti cacar pada umumnya. Kalau ada masyarakat yang mempunyai gejala ruam segera ke fasyankes untuk diperiksa lebih lanjut apakah ruam tersebut cacar biasa, campak atau mungkin cacar monyet,” katanya, Sabtu (6/8/2022).
Ia mengatakan sampai saat ini belum ditemukan adanya suspek virus jenis ini di wilayah DIY. Sebagai antisipasi untuk mencegah kecolongan masuknya virus, tim dari Dinkes DIY melakukan pencermatan terhadap data laporan fasyankes. Langkah ini sebagai bentuk kewaspadaan dini terutama menyasar pasien dengan gejala ruam.
Baca juga: Ini Gejala dan Cara Mengobati Cacar Monyet
“Di DIY kami melakukan pencermatan data yang dikirim oleh fasyankes terkait dengan sistem kewaspadaan dini. Mereka dari kabupaten kota atau rumah sakit itu mengirimkan laporan rutin setiap pekan. Dari situ kami mencermati untuk keamanan jangan sampai kecolongan,” ujarnya.
Hestu menambahkan untuk mengetahui gejala tersebut termasuk cacar monyet atau tidak, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel kemudian dikirim ke Kemenkes. Sampai saat ini DIY memang tidak mengirimkan sampel karena memang belum ada suspek.
“Itu pemeriksaan harus dikirim ke pusat. DIY belum mengirimkan data ke pusat karena dari pencermatan data-data belum menunjukkan adanya suspek. Semoga saja jangan ada suspek,” ujarnya.
Virus monkey pox sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Namun para ilmuwan sedang melakukan pengembangan terkait vaksin untuk mencegah virus ini. Hestu mengatakan meski pun belum ada vaksin, namun penyakit ini bisa disembuhkan.
“Maka kami meningkatkan kewaspadaan dini terkait tanda tanda tersebut, kita lakukan dari sistem terpantau. Masyarakat bisa langsung ke fasyankes. Virus ini awalnya dari binantang primata kemudian berkembangnya kasus, kemudian menunjukkan bahwa ada risiko,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.