Kampus Berkelanjutan, UMY Kembangkan Energi Surya hingga Daur Ulang Air
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Monkeypox atau cacar monyet./Foto-CDC
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan DIY turut melakukan antisipasi untuk mencegah kemungkinan adanya cacar monyet atau monkey pox di wilayah DIY. Selain meminta masyarakat segera mendatangi fasyankes ketika ada gejala, Dinkes juga melakukan pencermatan data laporan setiap layanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Setyarini Hestu Lestari menjelaskan salah satu gejala umum pada cacar monyet adalah ruam pada tubuh. Oleh karena itu ia mengimbau kepada seluruh warga DIY agar segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit ketika ada ruam di tubuh.
“Gejala awalnya memang ruam seperti cacar pada umumnya. Kalau ada masyarakat yang mempunyai gejala ruam segera ke fasyankes untuk diperiksa lebih lanjut apakah ruam tersebut cacar biasa, campak atau mungkin cacar monyet,” katanya, Sabtu (6/8/2022).
Ia mengatakan sampai saat ini belum ditemukan adanya suspek virus jenis ini di wilayah DIY. Sebagai antisipasi untuk mencegah kecolongan masuknya virus, tim dari Dinkes DIY melakukan pencermatan terhadap data laporan fasyankes. Langkah ini sebagai bentuk kewaspadaan dini terutama menyasar pasien dengan gejala ruam.
Baca juga: Ini Gejala dan Cara Mengobati Cacar Monyet
“Di DIY kami melakukan pencermatan data yang dikirim oleh fasyankes terkait dengan sistem kewaspadaan dini. Mereka dari kabupaten kota atau rumah sakit itu mengirimkan laporan rutin setiap pekan. Dari situ kami mencermati untuk keamanan jangan sampai kecolongan,” ujarnya.
Hestu menambahkan untuk mengetahui gejala tersebut termasuk cacar monyet atau tidak, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel kemudian dikirim ke Kemenkes. Sampai saat ini DIY memang tidak mengirimkan sampel karena memang belum ada suspek.
“Itu pemeriksaan harus dikirim ke pusat. DIY belum mengirimkan data ke pusat karena dari pencermatan data-data belum menunjukkan adanya suspek. Semoga saja jangan ada suspek,” ujarnya.
Virus monkey pox sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Namun para ilmuwan sedang melakukan pengembangan terkait vaksin untuk mencegah virus ini. Hestu mengatakan meski pun belum ada vaksin, namun penyakit ini bisa disembuhkan.
“Maka kami meningkatkan kewaspadaan dini terkait tanda tanda tersebut, kita lakukan dari sistem terpantau. Masyarakat bisa langsung ke fasyankes. Virus ini awalnya dari binantang primata kemudian berkembangnya kasus, kemudian menunjukkan bahwa ada risiko,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.