Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor Senilai Rp488 Juta Dibangun di Selopamioro
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Kustini Sri Purnomo/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN-Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya atas visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY yang akan melakukan reformasi kelurahan. Menurutnya Sleman adalah Kabupaten yang telah menerapkan smart regency, smart city, smart government dan lainnya.
"Sleman siap mendukung program Bapak Gubernur," ucapnya kepada Harian Jogja, Rabu (10/8/2022).
Dia menjelaskan program yang sudah berjalan di Sleman yakni dari 1.212 pedukuhan yang ada, sekitar 600 di antaranya sudah dipasang internet gratis.
"Tentunya Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Sleman akan terus mengupgrade terkait IT [Information Technology] dan Sumber Daya Manusia [SDM], agar bisa mendukung visi misi Gubernur DIY," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Aji Wulantara mengatakan visi misi Gubernur ini menjadi sebuah realita untuk memperkuat keistimewaan DIY. Termasuk reformasi kalurahan yang nantinya akan memiliki peran penting tidak hanya dalam menjalankan tugas pemerintahan, namun juga menjaga keistimewaan.
Baca juga: Mulai Tahun Depan, Setiap Kelurahan di Jogja Punya Program Pengolahan Sampah
"Sebenarnya ini kan sudah dimulai, artinya visi misi Pak Gubernur mempertegas kembali. Dalam rangka menjaga nilai-nilai budaya masyarakat. Bicara budaya tidak hanya soal pentas seni, tapi juga kesejahteraan melalui budaya," jelasnya.
Kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat disinergikan misalnya saat dilangsungkan pertunjukan seni budaya, bagaimana masyarakat diikutsertakan untuk menjadi bagian pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Sehingga dinas-dinas teknis tidak melulu Dinas Kebudayaan menampilkan kebudayaan saja, tapi kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kekuatan ekonomi sosial masyarakat yang lain," ucapnya.
Keberadaan teknologi menurutnya juga menjadi sesuatu yang sejalan. Perlu diimbangi dengan SDM yang ada, sehingga ekspresi budaya bisa didukung dengan teknologi. Selain itu juga dimanfaatkan dalam proses penyelenggaraan pemerintah agar berjalan lebih efektif.
"Ya misalnya sekarang yang kecil-kecil saja yang sudah biasa bagaimana penampilan masyarakat diunggah di kanal youtube dan lainnya," lanjutnya.
Reformasi kelurahan, kata Aji Wulantara, adalah bagaimana memposisikan pemerintah di kelurahan sebagai garda terdepan yang bersinggungan dengan masyarakat memberikan ruang seluas-luasnya untuk bisa memperoleh kesempatan dalam kesejahteraan.
Dia mencontohkan melalui Desa Budaya Mandiri nantinya akan ada peran kelurahan memandirikan kelompok-kelompok ekonomi kerakyatan. Sehingga akan ada beberapa dimensi, tidak hanya dimensi seni dalam arti sempit, namun juga kekuatan ekonomi masyarakat ini dikembangkan.
"Cerminan masyarakat yang berbudaya. Berbudaya artinya mengangkat martabat manusia, termasuk ekonominya," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.