Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Barang bukti yang diamankan kepolisian dari remaja yang melakukan konvoi pada Minggu (21/8/2022)./Istimewa-Polres Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO — Polisi berhasil mengamankan rombongan remaja yang berkonvoi saat dini hari dengan membawa gir dan besi menyerupai pedang. Para remaja tersebut sempat dikejar warga lantaran melakukan aksi berbahaya, seperti mengendarai sepeda motor secara zig-zag di jalanan.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti menjelaskan, pada Minggu (21/8/2022), sekitar pukul 01.30 WIB diketahui ada sekelompok anak yang berkonvoi kendaraan bermotor di Jalan Raya Pengasih-Sentolo tepatnya di dekat Lapangan Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo.
Dalam konvoi tersebut ada tujuh motor berboncengan dan satu motor sendiri tanpa berboncengan. "Mereka mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dengan melakukan gerakan zig-zag dan standar motor digesekkan di jalan," kata Novi, Minggu.
BACA JUGA: Gelar Gropyok Sampah, DLH Kulonprogo: Olahan Sampah Akan Diarak Warga
Setelah dikejar oleh warga, ada tiga anak berhasil diamankan. Dari tiga orang itu, dua di antaranya yang berinsial, ASP dan BSP yang keduanya berusia 15 tahun, dibawa ke Pengasih untuk mencari tahu lokasi basecamp dari rombongan konvoi.
Sementara satu orang lainnya, berinisial DA, 15 dibawa oleh warga ke Malangan, Sentolo untuk diinterogasi.
"Remaja tersebut mengaku bahwa titik kumpul atau basecamp remaja tersebut berada di Tunjungan, Pengasih, Kulonprogo. Atas informasi tersebut kemudian warga melaporkan ke piket Polsek Pengasih dan selanjutnya anggota piket Polsek Pengasih mendatangi tempat kumpul atau basecamp kelompok remaja tersebut. Namun sesampainya di basecamp, beberapa remaja yang sedang berada di sana berlarian," terangnya.
Dari basecamp itu, polisi berhasil mengamankan delapan remaja, masing-masing adalah yakni PS, 19, asal Wates; DA, 15, asal Pengasih; ASP, 15, asal Wates; BSP, 15, asal Wates; AP; 15, asal Pengasih; MRP; 14, asal Pengasih; IFM, 17, asal Pengasih; dan AAF, 14, asal Pengasih. "Mereka semuanya masih berstatus pelajar SMP dan SMA," ucap Iptu Triatmi.
Selain berhasil mengamankan para remaja, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa satu buah besi pipih menyerupai pedang dan satu buah gir yang diikat dengan tali sabuk. Selain itu lima kendaraan bermotor juga diamankan sebagai barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Kamis 2 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.
Simak rekomendasi 9 destinasi liburan musim panas terbaik 2026, mulai Sumba, Sapporo, hingga Mykonos dengan beragam daya tarik wisata.
Hari Bhayangkara ke-80 di Bantul, Presiden Prabowo meminta Polri memperkuat profesionalisme dan kesiapan menghadapi kejahatan siber.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 2 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.