Advertisement

Warga Pasang Spanduk Yogyakarta City of Tolerance, Ini Tujuannya...

Sunartono
Senin, 22 Agustus 2022 - 13:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Warga Pasang Spanduk Yogyakarta City of Tolerance, Ini Tujuannya... Warga saat akan memasang spanduk Yogyakarta City of Tolerance di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah warga memasang spanduk berisi pernyataan menolak segala bentuk kekerasan dan mempertahankan Jogja sebagai kota yang toleran. Spanduk Yogyakarta City of Tolerance tersebut terpasang di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga dan Simpang Tiga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Koordinator Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem Budi Wasono pemasangan spanduk itu dengan harapan memberikan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat terkait pentingnya saling memahami dan toleransi antarwarga. Kebiasaan saling menghormati dan toleransi menurutnya sudah menjadi warisan leluhur Jogja sejak masa lampau.

Sehingga sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk tetap mempertahankannya. Adapun pemasangan spanduk tersebut telah dilakukan warga pada Minggu (21/8/2022) bersamaan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Baca juga: Penyuluh Antikorupsi Diharapkan Bantu Cegah Korupsi di DIY

"Kita tentunya tidak ingin keramahan dan toleransinya Jogja ini terkikis akibat perbuatan segelintir pihak. Bahkan akhir-akhir ini sering muncul istilah Jogja tidak aman, darurat klithih sampai intoleran. Ini harus kita upayakan bersama lewat edukasi agar Jogja tetap menjadi kota penuh toleransi," katanya, Senin (22/8/2022).

Warga yang memasang menurutnya dari berbagai kalangan mulai dari tukang becak, tukang parkir, karyawan konter elektronik hingga pelaku usaha tradisional. Ia menilai jika predikat toleransi tetap dipertahankan maka warga akan mendapatkan manfaat tersendiri karena masyarakat dari luar Jogja yang datang akan mendapatkan rasa aman.

"Selain untuk menjaga tradisi HUT Kemerdekaan RI ke 77, sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa kami masyarakat Jogja menolak segala bentuk tindak kekerasan, anarkisme dan premanisme yang semakin lama bisa mengikis budaya Jogja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Profil Howard Timotius Palar, Petinggi Indomaret yang Meninggal Tertabrak Truk

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement