Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Misih, salah seorang petani di Dusun Klepu, Tambakromo, Ponjong sedang mengupas singkong untuk dijadikan gaplek di lahan yang dimilikinya. Selasa (23/8/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul — Panen raya ketela pohon atau singkong di Gunungkidul berdampak terhadap anjloknya harga komoditas tersebut di pasaran. Saat ini harga singkong di pasaran Gunungkidul hanya sekitar Rp700 per kilogram.
Keluhan terkait dengan anjloknya harga singkong salah satunya disuarakan oleh Misih, petani asal Dusun Klepu, Tambakromo, Ponjong. Dia mengakui saat ini sedang memetik ketela pohon dikarenkaan sudah memasuki panen raya.
Meski demikian, lanjut dia, harga jual komoditas singkong tidak berpihak ke petani karena harganya terlalu murah dan cenderung turun. Beberapa waktu lalu harganya di kisaran Rp1.000 per kilogram, tetapi sekarang turun hingga hanya Rp700 per kilogram. “Sudah anjlok harganya. Mungkin disebabkan karena masa panen sehingga barangnya melimpah,” kata Misih, Selasa (23/8/2022).
Menurut dia, anjloknya harga singkong sangat tidak berpihak ke petani karena masa tanam yang terhitung lama karena hampir mencapai sembilan bulan. Kondisi ini juga terus berulang pada saat panen tiba. “Harapannya harga bisa stabil agar petani tetap mendapatkan untung,” katanya.
Misih mengakui harga yang tidak bersahabat ini disiasasti dengan mengolah menjadi gaplek. Harga jual gaplek masih bagus karena laku Rp2.500 per kilonya.
Meski demikian, sambung dia, pembuatan gaplek membutuhkan proses sehingga tak bisa langsung dijual seperti singkong. Selain mengupas satu persatu singkong yang dipanen, harus menjemur hingga kering.
Proses pejemuran singkong ini membutuhkan waktu sekitar seminggu agar benar-benar kering baru kemudian dijual. “Kalau ada panas satu minggu bisa menjadi gaplek. Tapi, kalau mendung atau hujan maka penjemuran bisa lebih lama lagi,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan, saat sekarang masih dalam masa panen raya singkong.
Di sejumlah wilayah ada petani yang baru memulai memanen tanaman singkong. “Belum semua dipanen dan sekarang masih proses,” katanya.
Dia menjelaskan, total luas lahan singkong di Gunungkidul mencapai 48.038 hektare. Diharapkan dengan luas tanam ini mampu menghasilkan 990.000 ton ketela pohon.
Meski masih dalam proses panen, Sustiwiningsih optimistis bisa tercapai. Hal ini tak lepas dari provisitas produksi singkong di DIY mencapai 17,2 ton per hektarenya. “Ini masih bisa lebih dioptimalkan karena tanaman yang diberikan bantuan pupuk organic panennya bisa mencapai 29,7 ton per hektarenya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.